KODI, JOURNALARTA.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 Oktober 2026, pukul 05:55:52 WIB. Pusat gempa berada di laut, hanya 14 kilometer barat daya Kodi, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meskipun demikian, guncangan terasa kuat di beberapa daerah, bahkan hingga Labuan Bajo.
Guncangan Meluas Hingga Labuan Bajo
Data BMKG menunjukkan, getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah. Di Sumba Barat, guncangan mencapai skala V Modified Mercalli Intensity (MMI). Artinya, getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk, membuat benda ringan terguling, barang jatuh, pintu dan jendela berderak, serta warga berlarian keluar rumah.
Manggarai Barat, termasuk Labuan Bajo, merasakan guncangan pada skala IV-V MMI. Sementara itu, di Kabupaten Sumba Timur (Waingapu) dan Kabupaten Manggarai (Ruteng), intensitas gempa tercatat IV MMI dan III-IV MMI. Wilayah lain yang turut merasakan getaran meliputi Tambolaka, Waikabubak, dan Sumbawa Barat.
Skala IV MMI mengindikasikan gempa dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, mengakibatkan gerabah pecah atau pintu dan jendela berderik. Untuk skala V-VI MMI, seluruh penduduk terkejut, plester dinding berjatuhan, hingga cerobong asap bisa mengalami kerusakan ringan.
Dampak dan Analisis BMKG
Gempa terjadi saat fajar menyingsing, ketika masyarakat bersiap untuk aktivitas Minggu pagi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat Daya terus melakukan pemantauan.
Direktur Seismologi Teknik BMKG, Teguh Rahayu, melaporkan adanya kerusakan di Perokonda, yang meliputi satu unit SD Islam dan dua rumah warga. Kerusakan hunian dan fasilitas pendidikan ini juga dilaporkan oleh Internasionalmedia.id, sejalan dengan intensitas guncangan yang mencapai IV-VI MMI di beberapa lokasi.
BMKG sempat melakukan pembaruan parameter gempa. Dari analisis awal Magnitudo 6,1 dengan kedalaman 10 km, parameter terbaru merevisi menjadi Magnitudo 5,9 dengan kedalaman 30 km. Episenter gempa kini tercatat pada koordinat 9,84 LS dan 118,90 BT, sekitar 29 km barat daya Kodi. Meskipun ada revisi kedalaman, gempa ini tetap dikategorikan dangkal dan guncangan terasa kuat karena pusatnya dekat dengan pesisir.
Imbauan Kesiapsiagaan
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta untuk tetap tenang, tidak panik, dan tidak terpancing isu atau hoaks mengenai tsunami.
Selain itu, masyarakat diharapkan menghindari bangunan yang retak atau rusak, dan selalu memeriksa informasi resmi hanya dari situs www.bmkg.go.id, akun media sosial @InfoBMKG, atau inatews.bmkg.go.id. Bagi mereka yang berada di pesisir, dianjurkan untuk menjauhi pantai sebagai langkah antisipasi, meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pagi ini, selain gempa di Sumba Barat Daya, Bloomberg Technoz mencatat dua gempa lain yang terjadi di Aceh dan Jawa Barat. Salah satunya di Calang, Aceh Jaya, berkekuatan M4.1 dengan kedalaman 5 km, serta gempa kedua M5.9 pada 68 km barat daya Calang pada pukul 06:37 WIB.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.