Meksiko sebetulnya mengawali laga dengan baik, mendominasi penguasaan bola di 20 menit pertama dan menciptakan peluang lewat Santiago Gimenez. Namun, USA perlahan mengambil alih kendali permainan. Kiper USA, Diego Kochen, produk akademi Barcelona, menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-58, menepis tendangan voli Roberto Alvarado yang bisa menyamakan kedudukan 1-1.
Pelatih USA, Mauricio Pochettino, menerapkan rotasi dengan menurunkan skuad muda. Kochen menjadi starter di bawah mistar, didukung barisan pertahanan Alex Freeman, Antonee Robinson, Auston Trusty, dan Chris Richards. Lini tengah diisi Berhalter, Tyler Adams, dan Gio Reyna, sementara Sullivan, Tillman, dan Hall mengisi lini serang. Beberapa pemain lain seperti Musah dan Dest masuk sebagai pemain pengganti.
Di kubu Meksiko, Rafa Marquez yang baru menjabat pelatih masih mencari kemenangan pertamanya pasca Piala Dunia. Setelah dua hasil imbang sebelumnya, kekalahan telak ini menjadi tantangan berat bagi El Tri.
Catatan Rekor dan Jadwal Selanjutnya
Kemenangan ini memperpanjang catatan tiga kemenangan beruntun bagi USA dalam jeda internasional. Ini juga merupakan kali pertama dalam sejarah USMNT berhasil mencetak gol di babak pertama dalam 10 pertandingan beruntun.
Cavan Sullivan, yang melakukan debutnya pada usia 16 tahun 363 hari melawan Peru pada 26 September (pemain termuda keempat sepanjang sejarah USMNT), kini menjadi pencetak gol termuda.
Selanjutnya, USA akan menghadapi Kanada pada Selasa (6/10/2026) sebagai penutup jeda internasional kali ini. Sementara itu, Meksiko akan bermain di kandang melawan Chile, dalam upaya mencari kemenangan perdana di bawah asuhan Rafa Marquez.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.