Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Lamine Yamal: Gol Menit 6 vs Ceko Hari Ini 4 Okt 2026, Spesialis Gol Kilat 4 Gol 3 Laga Nations League

Lamine Yamal
Lamine Yamal: Gol Menit 6 vs Ceko Hari Ini 4 Okt 2026, Spesialis Gol Kilat 4 Gol 3 Laga Nations League. Credit: Dok. JournalArta

OVIEDO, JOURNALARTA.COM – Lamine Yamal kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai spesialis gol kilat setelah membobol gawang Republik Ceko di menit keenam pertandingan Nations League Grup A3. Gol tersebut membawa Spanyol unggul 1-0 dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Minggu (4/10/2026) dini hari WIB.

Aksi individu Yamal dari sisi kanan, memotong ke dalam, dan menerima umpan dari Dani Olmo, diakhiri dengan sepakan melengkung keras kaki kiri ke sudut kiri atas gawang. Kiper Antonín Kinský tak berdaya menghalau bola, membuat Pedri segera memeluknya merayakan gol pembuka. Ini adalah gol ketiga beruntun Yamal di Nations League musim ini.

Lamine Yamal: Mesin Gol Kilat La Roja

Gol cepat ke gawang Ceko bukan kebetulan semata bagi Yamal. Pemain berusia 19 tahun ini secara konsisten mencetak gol di fase awal pertandingan dalam tiga laga terakhir Timnas Spanyol. Sebelumnya, ia membobol gawang Kroasia di menit kedua dalam kemenangan 4-1 pada Selasa (30/9/2026). Empat hari sebelumnya, pada 26 September, ia juga mencetak gol di menit kedua saat Spanyol menundukkan Inggris 3-2 di Wembley.

Dengan tambahan satu gol ini, Lamine Yamal total telah mengoleksi 4 gol dalam 3 pertandingan Nations League 2026/27. Capaian ini menempatkannya sebagai top skor sementara Grup A3, menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia saat ini. Bahkan, ia hampir mencetak gol kedua di menit ke-12 melawan Ceko, namun lob dari jarak 20 meter masih melebar tipis.

Dominasi Spanyol dalam pertandingan melawan Ceko juga terlihat dari statistik. La Roja mencatatkan 69% penguasaan bola dan melepaskan 18 tendangan dengan 10 di antaranya tepat sasaran, berbanding jauh dengan Ceko yang hanya memiliki 5 tendangan. Gol Spanyol lainnya dicetak oleh Rodri di menit ke-35 dan Merino di menit ke-89, sementara Ceko hanya mampu membalas melalui Slama di menit ke-69. Ceko juga harus bermain dengan 10 pemain setelah Krejci menerima kartu merah di menit ke-85.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan rotasi besar-besaran, mengganti 9 pemain dari skuad sebelumnya. Namun, Yamal dan Baena tetap dipertahankan di lapangan, menunjukkan betapa pentingnya peran mereka dalam strategi De la Fuente.

Pujian De la Fuente dan Potensi Ballon d’Or

Penampilan gemilang Lamine Yamal tidak luput dari perhatian Luis de la Fuente. Pelatih timnas Spanyol itu melontarkan pujian setinggi langit untuk anak asuhnya tersebut. “Dia sedang menuju untuk menjadi legenda sepak bola sejati!” ujar De la Fuente, seperti dilansir dari laman UEFA.

De la Fuente meyakini bahwa Yamal memiliki masa depan cerah dan berpotensi menjadi salah satu legenda sepak bola Spanyol. Mengenai persaingan Ballon d’Or, ia mengatakan, “Itu pandangan saya. Bila dia satu-satunya pemain Spanyol bersaing Ballon d’Or, saya akan bilang dia terbaik. Namun ada pemain Spanyol lain dan saya hormati mereka.” Yamal sendiri telah meraih Kopa Trophy 2024, sementara rekan senegaranya, Rodri, memenangkan Ballon d’Or 2024. Hal ini menunjukkan regenerasi pemain Spanyol yang solid.

De la Fuente juga bangga dengan proses regenerasi timnya. “Tim ini terus tumbuh, terus hasilkan bintang masa depan. Kami tutup laga cuma satu pemain yang main di final Piala Dunia. Kami akan terus bertaruh ke situ,” katanya, merujuk pada kesempatan bermain yang diberikan kepada Roberto Fernandez dan Fresneda.

Performa Impresif di Klub dan Timnas

Performa Lamine Yamal di Timnas Spanyol sejalan dengan penampilannya di level klub bersama FC Barcelona. Pada musim 2025/26 LaLiga, ia tampil impresif dan menjadi pilihan utama di posisi winger kanan di bawah asuhan pelatih Hansi Flick. Musim lalu, Yamal mencatatkan 15 gol dan 20 assist, dan di awal musim ini ia terus melanjutkan performa cemerlangnya.

Lahir pada 13 Juli 2007, Yamal saat ini berusia 19 tahun. Ia membuat debutnya di tim senior Barcelona pada usia 15 tahun 290 hari, menjadikannya pemain termuda sepanjang sejarah LaLiga. Yamal adalah bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Euro 2024 (dengan gol di semifinal vs Prancis) dan Piala Dunia 2026. Kini, timnas Spanyol berhak menyematkan dua bintang di jersey mereka.

Dengan gaya bermain sebagai winger kanan berkaki kiri yang sering memotong ke dalam, Yamal dikenal dengan tembakan melengkung, kemampuan dribel melewati tiga pemain, serta visi bermain yang sering disamakan dengan Lionel Messi. Spanyol sendiri kini memiliki rekor 9 poin sempurna dari 3 laga Nations League, memuncaki Grup A3 dengan keunggulan 3 poin dari Inggris. Tim ini juga mencatatkan 9 kemenangan beruntun di laga internasional, dan telah tidak terkalahkan dalam 40 laga internasional sejak Juni 2025, kecuali kekalahan adu penalti dari Portugal.

Laga berikutnya bagi Spanyol adalah melawan Kroasia di Matchday 4 Nations League, yang akan menjadi penentu juara grup. Yamal tentu berambisi menambah pundi-pundi golnya dan menjadi top skor di turnamen ini.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda