Minggu, 4 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

SIER Libatkan UMKM Binaan di Jatim Fest 2026, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

SIER Libatkan UMKM Binaan di Jatim Fest 2026, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
SIER Libatkan UMKM Binaan di Jatim Fest 2026, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Deretan stan di Jatim Fest 2026 mendadak riuh oleh kehadiran produk-produk lokal hasil kurasi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Bukan sekadar memajang barang, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan perusahaan kawasan industri ini sedang menjajakan mimpi untuk menembus pasar yang lebih luas di tengah gelaran pameran akbar di Kota Pahlawan tersebut.

Bagi SIER, kehadiran UMKM di ajang bergengsi ini adalah panggung pembuktian. Mereka ingin memastikan produk-produk lokal tidak hanya jago kandang, tapi punya nyali bertarung dengan merek-merek besar yang membanjiri pasar. Pameran ini menjadi titik temu strategis antara produsen dengan konsumen yang selama ini sulit dijangkau oleh pengusaha skala kecil.

Laboratorium Uji Nyali Produk Lokal

Dunia bisnis modern memang kejam. Banyak pengusaha lokal terjebak dalam masalah klasik: produk bagus, tapi tidak ada yang tahu. SIER melihat celah itu. Melalui Jatim Fest 2026, mereka menyulap stan pameran menjadi laboratorium bisnis dadakan. Di sini, para pengusaha tidak hanya melayani transaksi tunai, tapi juga membedah selera pasar secara langsung.

Prosesnya tidak sembarangan. Sebelum sampai di stan pameran, barang-barang tersebut harus melewati kurasi ketat. Standar kualitas, kemasan, hingga nilai jual menjadi catatan penting yang harus dipenuhi. Tujuannya jelas. SIER ingin setiap barang yang terpajang memiliki daya tawar tinggi saat berhadapan langsung dengan pengunjung yang kritis.

Di lapangan, interaksi terjadi secara organik. Seorang pemilik usaha makanan olahan, misalnya, bisa langsung mendengar keluhan atau masukan dari pembeli terkait rasa atau kemasan.

Informasi berharga inilah yang seringkali terlewatkan kalau mereka hanya berjualan melalui jalur distribusi konvensional. Mereka jadi tahu, apa yang kurang dan apa yang harus segera diperbaiki agar produknya lebih relevan bagi konsumen masa kini.

Belajar dari Hiruk-Pikuk Pameran

Menjadi pengusaha memang butuh mental baja. Di tengah keramaian pengunjung, pelaku UMKM dipaksa belajar cepat. Mereka harus pandai membangun narasi merek agar orang berhenti sejenak untuk melirik, lalu tertarik membeli. Ini adalah sesi praktik pemasaran nyata yang tidak bisa diajarkan dalam ruang kelas seminar.

Bagi pengusaha kecil, partisipasi ini memberikan suntikan legitimasi merek. Ada rasa percaya diri yang tumbuh ketika produk mereka disejajarkan dengan pemain industri yang lebih mapan. Kepercayaan pelanggan terhadap kualitas barang pun perlahan naik. Inilah efek domino yang diharapkan SIER sejak awal: UMKM tidak cuma bertahan, tapi perlahan naik kelas dengan standar bisnis yang lebih profesional.

Strategi harga pun menjadi ujian tersendiri. Bagaimana menetapkan margin keuntungan yang masuk akal namun tetap kompetitif? Bagaimana mengatur stok agar tidak habis sebelum pameran berakhir? Semua pertanyaan teknis ini terjawab melalui praktik lapangan selama hari-hari pameran berlangsung. Mereka belajar memetakan pasar, mengenali kompetitor, dan membaca tren yang sedang digandrungi pengunjung.

Membangun Ekosistem Mandiri

SIER tidak ingin pendampingan ini berhenti di pintu keluar pameran saja. Visi besarnya adalah menciptakan ekosistem UMKM yang mandiri. Perusahaan ini terus mendorong agar pelaku usaha binaan tidak ketergantungan pada satu kanal promosi. Mereka ingin produk-produk ini memiliki pijakan kuat di pasar lokal agar nantinya siap melompat ke skala nasional, bahkan pasar ekspor jika waktunya tiba.

Konsistensi menjadi kunci utama. Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan SIER mencakup penguatan manajemen, perbaikan standar produksi, hingga pemetaan strategi pemasaran.

Perusahaan percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, produk UMKM lokal sebenarnya punya potensi besar untuk mendominasi pasar domestik. Tugas SIER adalah membukakan pintu, sisanya adalah kerja keras para pelaku usaha untuk tetap relevan dan berdaya saing di tengah tantangan zaman yang kian dinamis.

Setiap transaksi yang terjadi di stan-stan tersebut bukan sekadar angka penjualan bagi SIER. Itu adalah bukti bahwa ekonomi kerakyatan masih punya napas panjang jika diberikan akses dan kepercayaan yang benar.

Kini, tantangan berikutnya bagi para pengusaha binaan adalah menjaga konsistensi kualitas setelah pameran berakhir agar pelanggan yang sudah mereka dapatkan di Jatim Fest 2026 tetap setia kembali lagi.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair