Indonesia tak menyerah. Lima menit kemudian, Elkan Baggott menyambar bola muntah setelah Saranon menepis umpan tarik Rizky Ridho. Gol itu mengunci skor 2-2 dan membawa final ke adu penalti.
Di titik putih, Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama menjalankan tugas mereka untuk Indonesia. Thailand gagal melalui Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya. Audero menggagalkan tendangan Sayriya, memastikan kemenangan Garuda 4-2.
Satu penyelamatan menentukan.
Rangkaian gol memperlihatkan bagaimana Indonesia mengubah pendekatan setelah lawan kehilangan pemain. Tendangan bebas James memberi keuntungan, tetapi Thailand tetap berbahaya lewat transisi cepat. Saat Thailand unggul lagi pada masa tambahan, respons Indonesia lewat Baggott menjaga peluang juara tetap hidup.
Gelar perdana dengan arti khusus
Menurut laporan Detik Sport, kemenangan ini menghadirkan gelar bergengsi pertama Indonesia setelah berkali-kali gagal menjadi juara dalam final Piala AFF atau Piala Tiger. Thailand pernah mengalahkan Indonesia di sejumlah final sebelumnya, termasuk final Piala Tiger 2000 dan Piala AFF 2016 serta 2021. Kali ini, Garuda membalikkan cerita dalam laga penentuan yang kembali berakhir lewat adu penalti.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 juga memberi dampak langsung bagi sepak bola nasional: Timnas membawa pulang trofi dari final melawan rival regional yang selama ini kerap menjadi penghalang. Bagi suporter yang memenuhi SUGBK, kemenangan ini lahir bukan dari laga yang mulus, melainkan dari kemampuan bertahan setelah tertinggal dan tetap tenang ketika pertandingan harus ditentukan dari titik putih.
Indonesia mencatat kemenangan adu penalti 4-2 dan menjadi juara edisi perdana turnamen tersebut. Selepas malam final di Jakarta, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana skuad Garuda menjaga momentum dari gelar ini dalam agenda pertandingan selanjutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.