Suara gemuruh memekakkan telinga terdengar di sebuah desa nelayan di barat daya Nigeria sebelum pesawat itu menghantam rawa. Pesawat Angkatan Udara Nigeria tersebut jatuh dekat pangkalan angkatan laut di negara bagian Ondo dan menewaskan 25 orang di dalamnya.
Insiden terjadi saat pesawat turboprop bermesin ganda ATR-42 menjalani penerbangan rutin dari Benin menuju Lagos. Warga setempat menjadi pihak pertama yang bergegas ke lokasi untuk membantu pencarian dan penyelamatan awal.
AFP melaporkan peristiwa itu pada Rabu (7/10/2026). Kecelakaan tersebut disebut sebagai salah satu insiden pesawat paling mematikan di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir.
Pesawat terbakar sebelum jatuh ke rawa
Akinte Omoteremi Toluwalase, warga desa yang ikut menjadi sukarelawan penyelamat, mengatakan pesawat melintas di atas mereka dengan suara sangat keras. Ia dan warga lain kemudian melihat pesawat itu terbakar sebelum jatuh.
“Kami sedang duduk di luar… dan kami melihat pesawat melintas di atas dengan suara yang sangat keras. Kami ketakutan. Pesawat itu sudah dilalap api. Lalu kami melihatnya jatuh,” ujar Toluwalase.
Warga segera menuju lokasi memakai perahu. Namun, ketika mereka tiba, pesawat sudah tenggelam ke dalam rawa.
“Kami segera bergegas ke sana menggunakan perahu. Namun saat kami tiba, pesawat sudah tenggelam ke dalam rawa. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melihat apakah kami bisa menyelamatkan para penumpang, namun sia-sia. Meski demikian, kami melihat potongan tubuh manusia dan serpihan pesawat mengapung di air,” kata Toluwalase.
Jumlah korban direvisi menjadi 25 orang
Angka korban sempat berubah. Pejabat setempat awalnya menyebut 32 orang meninggal, lalu merevisi jumlah tersebut menjadi 25 orang. Bahan laporan tidak merinci alasan perubahan angka itu.
Warga sipil juga berada di dalam pesawat yang menjalani penerbangan rutin. Informasi yang tersedia menyebut rute penerbangan dari kota Benin menuju pusat komersial Lagos, tetapi tidak menjelaskan jumlah penumpang maupun identitas mereka.
Jatuhnya pesawat di kawasan rawa membuat upaya awal warga berlangsung dalam kondisi sulit. Mereka menggunakan perahu untuk mencapai lokasi, sementara badan pesawat sudah tenggelam dan serpihan terlihat mengapung di air. Kesaksian itu menggambarkan betapa terbatasnya peluang penyelamatan saat warga tiba.
Penyelidikan atas kecelakaan telah dimulai. Belum ada keterangan dalam laporan AFP mengenai penyebab pesawat terbakar atau jatuh, maupun hasil pemeriksaan terhadap pesawat tersebut.
Untuk warga di sekitar lokasi, kejadian itu berlangsung dekat permukiman dan pangkalan angkatan laut di Ondo. Toluwalase menyebut warga bergerak secara sukarela membantu pencarian awal, sebelum upaya penyelamatan yang mereka lakukan berakhir tanpa menemukan penumpang yang bisa diselamatkan.
Angka korban tewas yang telah direvisi pejabat setempat adalah 25 orang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.