Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gubernur Kepulauan Babel sebut Kebakaran di Dusun Serdang adalah Musibah Terbesar di Indonesia

Kebakaran Dusun Serdang merusak rumah warga di Bangka Selatan
Kondisi permukiman warga yang terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Bangka Selatan. (Ilustrasi: AI)

BANGKA SELATAN — Kebakaran Dusun Serdang menghanguskan 600 rumah warga di Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (10/10/2026). Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyebut peristiwa itu sebagai musibah terbesar di Indonesia saat meninjau warga pada Minggu (11/10/2026).

Dampaknya menjangkau 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa, menurut laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Babel pada Minggu pukul 09.40 WIB. Jumlah rumah, korban, dan kerugian masih dihitung, sehingga angka itu belum final.

Besarnya dampak membuat pemerintah provinsi dan kabupaten diminta bergabung menangani warga terdampak. Hidayat mengatakan inventarisasi diperlukan untuk mengetahui kondisi kerusakan dan kebutuhan penanganan secara lebih pasti.

Kebakaran Dusun Serdang masih didata BPBD

“Kebakaran Dusun Serdang ini merupakan musibah terbesar di Indonesia,” ucap Gubernur Hidayat Arsani saat mengunjungi lokasi kebakaran, Minggu (11/10/2026).

Ia mengatakan pemerintah telah melihat langsung kondisi rumah dan warga. “Hari ini kami sudah melihat langsung kondisi rumah dan warga korban kebakaran di Dusun Serdang dan ini tengah kita inventarisasi,” jelasnya.

Menurut Hidayat, pendataan akan menunjukkan jumlah rumah terdampak, jumlah korban, serta kerugian akibat kebakaran. Ia berharap pemerintah provinsi dan kabupaten bekerja bersama untuk menangani keadaan dan menyelamatkan warga yang rumahnya terbakar.

“Kami berharap pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bergabung menyelesaikan masalah ini, terutama untuk menyelamatkan warga korban kebakaran ini,” ucap Hidayat.

Bagi keluarga terdampak, skala kerusakan berarti kebutuhan penanganan tidak berhenti pada pendataan bangunan. Pemerintah perlu memastikan kondisi warga dan kebutuhan mereka diketahui saat proses inventarisasi berjalan. Namun, bahan sumber belum merinci bentuk bantuan maupun langkah pemulihan yang sudah disiapkan.

Api berawal dari lahan dekat permukiman

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Kepulauan Babel Agus Afandi mengatakan penyebab kebakaran masih belum diketahui. Api mulai menyala pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 15.10 WIB dan membakar lahan di dekat lingkungan permukiman.

Agus menjelaskan angin kencang dan kondisi lokasi yang kering mempercepat perambatan api ke rumah-rumah. Banyak bangunan warga berdinding papan, sehingga api dengan cepat menjalar di kawasan itu.

Dalam keterangan Agus, pembaruan pada pukul 21.10 WIB menyebut ratusan rumah telah hangus. Data itu juga masih sementara. BPBD belum menyampaikan jumlah final bangunan yang terbakar maupun nilai kerugian.

Perbedaan angka yang beredar dalam bahan berita juga perlu dibaca dengan cermat. Laporan BPBD yang lebih baru dan mencantumkan waktu pembaruan pukul 09.40 WIB menyebut 600 rumah terdampak, sedangkan keterangan malam sebelumnya hanya menyatakan ratusan rumah hangus. Karena pendataan belum selesai, angka 600 belum dapat dianggap sebagai hasil akhir.

Inventarisasi pemerintah akan menjadi dasar untuk memastikan skala kerusakan dan jumlah warga yang perlu ditangani. Hingga laporan BPBD pukul 09.40 WIB, jumlah sementara yang tercatat mencapai 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda