Minggu, 11 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Molekul Jamur Bikin Rasa Asin Terasa 71 Persen Lebih Kuat

Molekul Jamur Bikin Rasa Asin Terasa 71 Persen Lebih Kuat
Molekul Jamur Bikin Rasa Asin Terasa 71 Persen Lebih Kuat

Jamur shimeji menjadi sumber molekul yang dapat membuat rasa asin terasa 71 persen lebih kuat. Temuan ini mengangkat kemungkinan penggunaan molekul tersebut untuk mengurangi natrium dalam makanan, meski bahan yang diberikan belum memuat rincian penelitian maupun cara kerjanya.

ScienceAlert menerbitkan laporan berjudul “Adding 1 Mushroom-Derived Molecule to Salt Can Make It Taste 71% Saltier”. Sumber itu mengajukan pertanyaan apakah temuan tersebut dapat membantu mengurangi asupan natrium. Namun, materi yang tersedia hanya memuat judul dan pertanyaan itu, tanpa nama molekul, metode pengujian, atau keterangan peneliti.

Molekul jamur dan rasa asin

Gagasan utamanya sederhana: suatu molekul yang berasal dari jamur ditambahkan ke garam, lalu rasa asin yang dirasakan meningkat. Angka 71 persen merujuk pada peningkatan persepsi rasa asin sebagaimana dinyatakan dalam judul laporan. Angka itu tidak berarti kandungan natrium pada garam berkurang 71 persen.

Perbedaan ini penting. Rasa yang terasa lebih kuat dan jumlah natrium dalam makanan adalah dua hal berbeda. Jika rasa asin dapat diperkuat, produsen atau juru masak mungkin dapat memakai lebih sedikit garam untuk menghasilkan sensasi rasa serupa.

Namun, bahan sumber belum membuktikan bahwa pengurangan garam dalam porsi tertentu sudah diuji atau menghasilkan penurunan natrium dengan besaran yang sama.

Materi yang tersedia juga tidak menyebut apakah peningkatan rasa itu berlaku pada semua jenis makanan, bagaimana molekul tersebut dicampurkan, atau apakah hasilnya diuji dalam kondisi konsumsi sehari-hari. Karena itu, angka 71 persen perlu dibaca sebagai klaim yang dilaporkan dalam judul ScienceAlert, bukan sebagai rekomendasi takaran untuk memasak.

Potensi mengurangi natrium masih perlu diuji

Bagi konsumen, kemungkinan ini menarik karena garam sering dipakai untuk memperkuat rasa makanan. Jika molekul jamur dapat membuat rasa asin lebih terasa dengan jumlah garam lebih sedikit, pendekatan tersebut berpotensi membantu mengembangkan makanan rendah natrium yang tetap terasa gurih. Dampaknya akan bergantung pada seberapa baik rasa dan tekstur makanan tetap diterima setelah garam dikurangi.

Tetapi, laporan yang diberikan belum menyertakan hasil uji pada produk pangan, informasi keamanan, maupun penilaian penerimaan konsumen. Tidak ada pula rincian tentang populasi atau kondisi pengujian. Tanpa keterangan tersebut, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa temuan ini sudah dapat diterapkan pada makanan kemasan atau menjadi cara praktis mengubah asupan garam di rumah.

Konteks Indonesia membuat pertanyaan ini relevan, terutama bagi pengembangan makanan yang perlu menjaga cita rasa sambil mengendalikan kandungan natrium. Namun, bahan sumber tidak memberikan data konsumsi natrium di Indonesia atau menyebut produk lokal yang memakai molekul itu. Hubungan tersebut karena itu masih berupa potensi, bukan dampak yang sudah terukur di pasar.

Untuk saat ini, informasi yang dapat dipastikan dari bahan yang tersedia terbatas: ScienceAlert melaporkan sebuah molekul turunan jamur yang dikaitkan dengan rasa asin 71 persen lebih kuat, lalu mempertanyakan apakah temuan itu dapat membantu menekan asupan natrium. Rincian ilmiah yang menjawab bagaimana efek tersebut diuji belum tercantum dalam materi sumber.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 11 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir