JAKARTA — Mencatat kuliah di PDF sering berarti berpindah aplikasi atau menyiapkan akun. BraiNOTES menawarkan cara yang lebih ringkas: aplikasi berbasis peramban untuk menulis catatan tangan langsung di dokumen, dengan berkas tetap tersimpan secara lokal.
Pengembang BraiNOTES memperkenalkan alat ini melalui unggahan di Hacker News. Pengguna dapat membuka PDF materi kuliah berdampingan dengan halaman catatan, mencoret langsung pada dokumen, lalu menyimpan hasilnya tanpa mengirim berkas ke server layanan.
BraiNOTES menyimpan catatan di peramban
BraiNOTES dirancang sebagai situs statis tanpa backend. Menurut keterangan pengembang, aplikasi tidak memerlukan akun dan tidak memakai analitik. Perubahan catatan disimpan ke IndexedDB sesaat setelah pengguna membuatnya, sehingga pekerjaan tetap berada di perangkat dan dapat digunakan secara luring.
PDF ditampilkan menggunakan pdf.js yang berjalan di worker. Coretan pena dibuat sebagai garis vektor, dengan dukungan tekanan pena. Berkas asli tetap dipertahankan, sementara tinta digital ditempatkan di atas halaman. Dengan cara ini, teks pada PDF masih dapat dipilih setelah pengguna menambahkan catatan.
Pengguna juga dapat mengekspor buku catatan sebagai berkas .brainotes. Pengembang menjelaskan bahwa format itu pada dasarnya berupa arsip zip yang memuat data JSON per halaman, PDF, serta gambar yang diimpor. Susunan ini memungkinkan catatan dan materi sumber dikemas bersama.
Dua mode untuk membaca dan membuat catatan
Dalam Study mode, PDF tampil di sisi halaman sehingga pengguna bisa membaca materi sambil menulis catatan. Alat snip memungkinkan potongan rumus atau diagram dari dokumen dimasukkan ke halaman catatan, lalu pengguna dapat menambahkan tulisan di sekelilingnya.
Board mode menyediakan papan tulis untuk kegiatan mengajar atau ruang tambahan saat mengerjakan latihan. Pengguna juga dapat menyorot bagian tertentu atau menggambar dengan alat penunjuk laser ketika melakukan presentasi. Jadi, fungsinya tidak terbatas pada mencoret halaman PDF.
Pengembang mengatakan garis tinta muncul saat pena bergerak. Filter yang disebut sebagai one euro filter membantu meredam goyangan tangan, sementara koreksi ringan dilakukan ketika pena diangkat. Detail ini ditujukan agar tulisan digital terasa lebih stabil saat dibuat.
Catatan lokal memberi kendali pada pengguna
Pilihan menyimpan data langsung di peramban punya arti praktis bagi pengguna yang menghindari akun layanan atau tidak ingin mengunggah materi kuliah. Catatan dan PDF tetap berada di perangkat, sedangkan ekspor .brainotes memberi pilihan untuk memindahkan atau menyimpan salinan notebook. Pengguna tetap perlu mengelola berkas ekspor dan perangkatnya sendiri.
Namun, sumber tidak menjelaskan mekanisme sinkronisasi otomatis antarperangkat. Karena penyimpanan berlangsung lokal, pemindahan catatan tidak sebaiknya dianggap berjalan otomatis seperti layanan berbasis akun. Pengembang sebelumnya membuat TeXbrain, editor LaTeX yang juga berjalan di peramban tanpa akun atau server, lalu mengembangkan BraiNOTES untuk kebutuhan catatan tulisan tangan.
Pengembang menyebut telah memakai BraiNOTES untuk setiap kuliah selama beberapa bulan terakhir, dan beberapa temannya juga menggunakannya. Aplikasi dapat dicoba melalui situs BraiNOTES, sedangkan kode sumbernya tersedia di GitHub dengan lisensi MIT. Pengembang membuka ruang bagi laporan bug, perbaikan, rekomendasi, dan masukan pengguna.
Ia juga menyebut sedang mengerjakan server MCP untuk sejumlah alatnya, termasuk BraiNOTES. Fitur itu, menurut pengembang, akan mati secara bawaan dan hanya dapat terhubung ke localhost. “That feature will of course be off unless you turn it on and will only be able to talk to localhost,” tulisnya di unggahan Hacker News.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.