Selasa, 13 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Penjualan laptop turun, harga tinggi bisa tekan pasar pada 2027

Penjualan laptop tertekan oleh kenaikan biaya RAM CPU dan SSD
Kenaikan biaya RAM, CPU, dan SSD menambah tekanan pada harga laptop. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Penjualan laptop terancam makin melemah pada 2027 karena harga RAM dan prosesor yang tinggi dapat mendorong harga perangkat naik. Perkiraan itu datang ketika pengiriman PC global sudah turun tajam pada kuartal ketiga 2026, menurut data IDC Research yang dikutip PC Gamer.

IDC mencatat pengiriman PC dunia mencapai 62,7 juta unit pada kuartal ketiga, turun 20,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, saat jumlahnya 78,5 juta unit. Bagi konsumen, tekanan ini berarti pilihan antara membeli lebih cepat saat ada promo atau menunggu dengan risiko harga laptop lebih mahal.

Penjualan laptop menghadapi tekanan biaya komponen

Perusahaan riset TrendForce memperkirakan pengiriman notebook global pada 2027 akan turun dalam kisaran satu digit rendah. Namun, penurunan bisa lebih dalam jika harga RAM dan CPU bertahan tinggi dan produsen meneruskan kenaikan biaya itu kepada pembeli.

Dalam skenario tersebut, penjualan notebook berpotensi turun hingga kisaran satu digit tinggi. Itu dapat mendekati penurunan 10 persen, meski TrendForce tidak menyajikan angka pasti untuk skenario itu. Perkiraannya menunjukkan bahwa harga di toko akan menjadi penentu penting bagi permintaan.

Masalahnya bukan hanya memori. Biaya CPU dan penyimpanan juga menekan produsen, sementara sebagian laptop memakai kartu grafis yang ikut menambah beban biaya. Jika perusahaan tidak menaikkan harga, mereka bisa mengurangi spesifikasi untuk menjaga margin. Konsumen dapat menghadapi laptop dengan harga tetap tinggi, tetapi komponen atau kemampuannya lebih terbatas.

Biaya CPU, RAM, dan SSD mendominasi

TrendForce menyebut CPU, RAM, dan SSD mengisi 68 persen dari biaya komponen sebuah notebook kelas menengah hingga atas dengan harga 900 dolar AS. Dengan kata lain, hampir dua pertiga ongkos bahan perangkat terkonsentrasi pada tiga komponen inti tersebut.

Angka ini menjelaskan mengapa tekanan harga sulit dihindari produsen. Ketika biaya komponen utama membesar, ruang untuk menahan harga jual semakin sempit. Dampaknya terasa langsung pada pembeli yang mengincar laptop untuk kerja, belajar, atau bermain gim: model dengan spesifikasi yang sesuai anggaran bisa lebih sulit ditemukan bila harga naik atau konfigurasi dipangkas.

IDC mengaitkan pelemahan pasar 2026 dengan pembelian yang dimajukan. Sebagian orang yang khawatir harga akan naik sudah membeli laptop lebih awal pada tahun itu, sehingga permintaan pada bulan-bulan berikutnya berkurang. Pengiriman PC pada kuartal kedua 2026 sebelumnya tercatat turun 3,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya, tetapi penurunan pada kuartal ketiga jauh lebih dalam.

Promo bisa memberi jeda, bukan harga murah seperti dulu

IDC memperkirakan harga PC akan tetap tinggi dan memperingatkan bahwa kondisi pasar dapat memburuk sebelum membaik dalam beberapa kuartal mendatang. Perusahaan itu juga menyoroti risiko pengecer menumpuk terlalu banyak barang ketika harga tinggi menekan permintaan.

Untuk mengurangi persediaan, toko mungkin menawarkan promosi dan potongan harga sementara. Momen seperti Black Friday berpeluang menghadirkan penawaran menarik, tetapi IDC mengingatkan harga tidak akan mendekati level setahun sebelumnya. Jadi, promo bisa menjadi jeda bagi pembeli, bukan tanda bahwa tekanan biaya sudah selesai.

Bagi pasar Indonesia, laporan ini memberi alasan untuk membandingkan harga dan spesifikasi dengan cermat ketika mencari perangkat. Bahan sumber tidak merinci harga laptop di Indonesia atau dampak langsung pada stok lokal, sehingga besarnya perubahan di toko dalam negeri belum dapat dipastikan.

Namun, jika biaya komponen global diteruskan ke harga jual, konsumen lokal juga dapat menghadapi perangkat lebih mahal atau pilihan spesifikasi yang berubah.

IDC dan TrendForce sama-sama menggambarkan prospek yang berat, meski dengan ukuran berbeda: IDC mencatat penurunan pengiriman PC pada 2026, sedangkan TrendForce memproyeksikan tekanan pada notebook tahun berikutnya. Konsumen yang menemukan penawaran sesuai kebutuhan dapat mempertimbangkannya sekarang; mereka yang menunggu perlu memperhitungkan risiko harga tetap tinggi saat memasuki 2027.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis