Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Apple HomeView Jadi Pusat Rumah Pintar Tanpa Terus Membuka iPhone

Apple HomeView Jadi Pusat Rumah Pintar Tanpa Terus Membuka iPhone
Apple HomeView Jadi Pusat Rumah Pintar Tanpa Terus Membuka iPhone

JAKARTA — Apple HomeView dirancang menjadi layar pintar yang membuat pengguna bisa mengakses informasi dan mengatur perangkat rumah tanpa terus meraih iPhone. Dalam sesi mencoba langsung di ruang demonstrasi Apple, penulis The Verge menilai perangkat ini berpotensi menjadi pusat kendali yang lebih praktis bagi keluarga yang sudah memakai ekosistem Apple.

HomeView belum diuji di rumah dan pengalaman yang dilaporkan belum cukup untuk menjadi ulasan penuh. Namun, antarmuka yang familier, informasi sekilas, serta dukungan hingga enam orang memberi gambaran tentang cara Apple membedakan perangkat ini dari layar pintar lain.

Apple HomeView mengutamakan informasi sekilas

HomeView merupakan layar pintar pertama Apple. Perangkat ini diposisikan sebagai hub tetap di rumah, bukan sekadar layar untuk menonton video atau menjalankan perintah suara. Apple juga memperbarui HomePod mini dan Apple TV 4K, dengan Siri berbasis AI yang dijanjikan hadir pada perangkat rumah lain dalam ekosistemnya.

Penulis The Verge mencoba berpindah di antara tampilan HomeView dengan mengusap layar. Pengalamannya mengingatkan pada Apple Watch, tetapi dengan tampilan yang lebih besar dan bisa disesuaikan. Pilihan Snoopy, misalnya, menampilkan jam, cuaca, dan agenda kalender. Tampilan modular juga dapat memuat widget seperti pengingat.

Desain ini menekankan informasi yang mudah dilihat sekilas. Pengguna dapat memeriksa hal penting tanpa harus membuka banyak aplikasi atau terus berinteraksi dengan layar. Laci aplikasi tersedia dengan sejumlah aplikasi bawaan, tetapi tidak ada App Store.

Penulis menilai ketiadaan App Store bisa menjaga HomeView agar tidak berubah menjadi layar lain yang terus meminta perhatian. Perangkat ini ditujukan untuk membantu tindakan sehari-hari—seperti melihat agenda atau mengatur rumah—bukan mendorong pengguna memasang aplikasi sebanyak-banyaknya.

HomeView menyatukan layanan rumah tangga

Apple menyediakan aplikasi Home, Intercom, Music, News, Photos, Safari, FaceTime, Messages, Calendar, Alarms, Timers, Find My, Podcasts, Reminders, Settings, dan Weather. Sejumlah pengalaman kompatibel dari iPhone juga dapat hadir, termasuk Apple TV, Audiobooks, Apple Music Classical, dan News. Namun, pengembang tidak dapat membuat aplikasi khusus untuk HomeView.

Perangkat ini dapat mengenali hingga enam orang dan menampilkan akun serta informasi yang relevan bagi masing-masing pengguna. Bagi rumah tangga, fungsi itu dapat mengurangi kebutuhan membeli satu layar untuk setiap anggota keluarga. Contohnya, satu orang bisa melihat pengingat dan agenda miliknya, sementara anggota lain mendapat tampilan berbeda saat menggunakan perangkat.

Privasi jadi bagian penting dari rancangan tersebut. Penulis The Verge mengamati bahwa jika seseorang membuka Messages, membalas pesan, lalu meninggalkan perangkat, aplikasi akan terkunci ketika orang lain mendekat. Dengan begitu, layar bersama tetap bisa menampilkan informasi pribadi tanpa membiarkannya terbuka bagi siapa pun.

Perangkat juga dapat mempersonalisasi tampilan saat mengenali pemiliknya, dengan iPhone ikut berperan dalam proses tersebut. Contoh penggunaan yang dibayangkan penulis mencakup kendali termostat, cuaca, foto yang berganti, dan musik. Semua itu dapat ditempatkan dalam satu tampilan yang mudah diakses di rumah.

Nilai HomeView bergantung pada ekosistem Apple

Alasan utama HomeView berpotensi terasa praktis adalah keterhubungannya dengan layanan Apple. Pengguna yang memakai kalender, foto, musik, dan iPhone dari perusahaan yang sama tidak perlu memindahkan semua kebiasaannya ke sistem lain. Sebaliknya, layar pintar dari ekosistem berbeda dapat menuntut pengaturan tambahan agar layanan dan konten berjalan bersama.

Penulis The Verge menggambarkan pengalaman rumah pintarnya selama ini sebagai terpecah. Ia memiliki HomePod, HomePod mini, dan Apple TV 4K, tetapi umumnya memakainya untuk pertanyaan singkat, pengatur waktu, panggilan, atau hiburan. Ia juga pernah mencoba Echo Show, Nest Hub, kamera, lampu, dan sensor, tetapi perangkat-perangkat itu tidak melekat pada ekosistem utama yang digunakannya.

Di sinilah dampaknya bagi calon pengguna: satu layar yang menyatukan layanan sehari-hari dapat mengurangi pekerjaan menyiapkan perangkat dan merawat integrasinya. Manfaat itu terutama terasa di rumah yang anggota keluarganya berbagi layar, tetapi memakai akun dan kebutuhan berbeda. Bagi orang yang tidak menggunakan produk Apple, keunggulan integrasi tersebut belum tentu relevan.

Penulis juga membandingkan pendekatan Apple dengan perangkat Amazon yang menurutnya lebih berfokus pada belanja dan dapat terasa padat oleh iklan bertarget. Ia menilai kekhawatiran privasi bisa menjadi pertimbangan bagi sebagian pengguna. Itu merupakan penilaian penulis, bukan hasil pengujian perbandingan menyeluruh.

Untuk bentuk perangkat, penulis lebih mudah membayangkan versi dengan dudukan speaker di meja dapur, meja samping, atau nakas. Opsi pemasangan di dinding terasa kurang menarik baginya. Namun, pengalaman yang tersedia masih berlangsung di ruang demonstrasi Apple, bukan pemakaian sehari-hari di rumah.

Apple belum memberi dasar bagi penulis untuk menyajikan ulasan penuh dari pengalaman tersebut. Penilaian tentang kenyamanan, integrasi, dan privasi masih perlu diuji dalam penggunaan nyata. Tahap berikutnya adalah melihat apakah HomeView dapat mempertahankan kemudahan itu ketika dipakai bersama keluarga dan perangkat rumah sehari-hari.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 15 Oktober 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis