Namun, alur pertandingan berubah setelah Liverpool mengganti pasangan bek tengahnya. Virgil van Dijk dan Joe Gomez masuk pada menit ke-62, menggantikan Jeremy Jacquet dan Araujo. Setelah pergantian itu, LASK mencetak tiga gol pada babak kedua. Florian Flecker memperkecil jarak melalui dua penyelesaian klinis dalam rentang dua menit, memanfaatkan pertahanan Liverpool yang lengah.
Iraola mengakui timnya tidak bertahan dengan baik menjelang akhir laga. Ia juga menjelaskan bahwa pergantian dilakukan saat Liverpool sudah unggul jauh dan perlu memikirkan pertandingan berikutnya serta menjaga tenaga pemain. “We didn’t defend properly at the end of the game.”
Hasil ini memberi Liverpool suntikan bagi lini serang: Barcola mulai menunjukkan ancamannya, Wirtz mendapat dorongan kepercayaan diri, dan gol Koumas menambah pengalaman penting bagi pemain muda itu. Namun, kebobolan tiga kali setelah memimpin lebar menunjukkan pekerjaan Iraola belum selesai, terutama dalam mencari keseimbangan antara perubahan susunan dan kestabilan lini belakang.
Kemenangan besar tersebut datang saat Liverpool masih berusaha menyatukan pemain-pemain barunya dengan gaya bermain yang diinginkan Iraola. Untuk tim yang tampil begitu tajam di depan, cara menjaga keunggulan akan menjadi pekerjaan berikutnya. “I think he was amazing in possession. I think he had lively passes, good assists, he helped us to control the game,” kata Iraola tentang Wirtz.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.