Kamis, 15 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Bambu Tetangga Sumbat Saluran, Pemilik Rumah Menang Rp?

Bambu Tetangga Sumbat Saluran, Pemilik Rumah Menang Rp?
Bambu Tetangga Sumbat Saluran, Pemilik Rumah Menang Rp?

TREGEAR — A$6,253.50 dan perintah penanganan bersama menjadi hasil sengketa bambu yang merambat ke properti tetangga di New South Wales, Australia. Dalam perkara Wines v Homes NSW, pengadilan memutuskan bambu itu pernah menyumbat saluran pembuangan dan berisiko menimbulkan sumbatan lagi.

Putusan Pengadilan Tanah dan Lingkungan New South Wales disampaikan Acting Commissioner Austin pada September 29, 2026, menurut laporan Case Law Wire. Homes NSW diperintahkan membayar A$6,253.50 untuk biaya penanganan bambu sebelumnya serta kemungkinan biaya perbaikan, dan menjalankan pekerjaan pengendalian secara bertahap.

Sengketa bambu berawal dari saluran tersumbat

Henry Wines dan Homes NSW memiliki properti bertetangga di Rymill Road, Tregear. Wines mengajukan permohonan berdasarkan Part 2 Trees (Disputes Between Neighbours) Act 2006 (NSW), dengan menyatakan bambu yang terutama tumbuh di lahan Homes NSW telah merambat ke bawah pagar batas.

Wines mengatakan akar bambu menyumbat pipa saluran pembuangan berbahan terakota pada 2024. Ia juga mengaitkan tanaman itu dengan kerusakan atau pergeseran pagar Colorbond, berkurangnya penggunaan halaman belakang, serta risiko terhadap rumahnya. Ia meminta bambu dibasmi, pagar dan kerusakan lain diperbaiki, biaya diganti, serta akses pekerjaan diatur.

Pengadilan menerima sebagian permohonan. Bukti yang dipertimbangkan menunjukkan bambu pernah menyumbat pipa dan berpotensi menyebabkan penyumbatan berikutnya. Pertumbuhan ulang juga dinilai dapat menekan pagar hingga posisinya bergeser.

Temuan itu cukup untuk memenuhi ketentuan section 10(2)(a) dalam undang-undang yang menjadi dasar permohonan. Aturan tersebut memungkinkan pengadilan memerintahkan tindakan ketika tanaman di lahan tetangga telah menyebabkan, atau dalam waktu dekat berisiko menyebabkan, kerusakan properti. Dalam perkara ini, bambu diperlakukan sebagai “tree” untuk penerapan ketentuan tersebut.

Bambu merambat perlu ditangani dari dua sisi

Tanaman yang dipersoalkan adalah running bamboo, jenis bambu yang menyebar melalui rimpang bawah tanah. Akar dapat melewati pagar dan tumbuh di lahan sebelah. Karena itu, pemangkasan bagian yang terlihat saja belum tentu menghentikan penyebaran jika sistem akar tetap aktif.

Pengadilan memilih rencana penanganan dan pengangkatan bertahap, bukan perbaikan sekali jalan. Homes NSW harus memberikan rincian kontraktor dan memulai pekerjaan yang ditentukan dalam 60 hari sejak putusan. Wines juga diwajibkan melibatkan kontraktor untuk penanganan terkoordinasi di lahannya sendiri.

Pengadilan tidak memerintahkan pemasangan penghalang akar yang sebelumnya diusulkan. Fokus putusan adalah program bertahap untuk menangani bambu di kedua properti selama periode yang lebih panjang. Pendekatan ini penting karena sisa rimpang di salah satu sisi batas dapat memicu pertumbuhan kembali.

Dampaknya terasa langsung pada pemilik rumah: tanaman yang dipilih sebagai penutup halaman dapat berubah menjadi persoalan saluran, pagar, biaya perawatan, dan hubungan bertetangga.

Putusan ini juga menunjukkan bahwa klaim berdasarkan undang-undang tersebut perlu bertumpu pada kerusakan properti yang nyata atau risiko kerusakan yang memenuhi syarat, bukan sekadar rasa terganggu atau berkurangnya kenyamanan memakai halaman.

Mengapa penggantian biaya pipa ditolak

Wines meminta A$3,500 untuk mengganti biaya pekerjaan pipa yang dilakukan pada 2024. Namun, pengadilan menolak bagian klaim itu karena Homes NSW baru diberi tahu mengenai masalah tersebut pada April 2026.

Pengadilan juga tidak menemukan bahwa Homes NSW menyebabkan kerusakan atau penurunan kondisi pipa melalui tindakan maupun kelalaian. Dengan demikian, fakta bahwa bambu menyumbat saluran tidak otomatis membuat tetangga harus menanggung seluruh biaya lama. Waktu pemberitahuan dan bukti mengenai tanggung jawab atas kerusakan ikut menentukan hasil klaim.

Perkara ini memberi pelajaran praktis bagi pemilik properti yang menghadapi akar tanaman di batas lahan. Pemberitahuan cepat kepada tetangga, dokumentasi foto, penyimpanan tagihan, dan pemeriksaan ahli dapat membantu mencatat masalah sebelum pekerjaan besar dilakukan.

Rincian putusan yang dilaporkan Case Law Wire memperlihatkan bahwa bukti kerusakan masa lalu dan risiko ke depan dapat diperlakukan berbeda oleh pengadilan.

Namun, Wines tidak berhasil membuktikan semua tuduhannya. Pengadilan tidak menyimpulkan bahwa bambu menyebabkan lekukan yang terlihat pada pagar. Klaim bahwa rumahnya berisiko mengalami kerusakan struktural dalam waktu dekat juga ditolak, begitu pula anggapan bahwa berkurangnya kenikmatan menggunakan halaman termasuk “damage to property” dalam kerangka hukum yang terbatas itu.

Karena itu, pembayaran A$6,253.50 bukan penggantian penuh atas seluruh kerugian yang diminta Wines. Jumlah tersebut mencakup biaya penanganan bambu sebelumnya dan kemungkinan biaya perbaikan, sementara perintah kerja bertahap diarahkan untuk mengatasi risiko berulang. Pelaksanaan pekerjaan oleh Homes NSW dan kontraktor menjadi tahap berikutnya dalam perkara ini.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda