Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Aplikasi Sahabat KBC Diperkuat untuk Dukung Madrasah Barsel

Aplikasi Sahabat KBC Diperkuat untuk Dukung Madrasah Barsel
Aplikasi Sahabat KBC Diperkuat untuk Dukung Madrasah Barsel

BUNTOK — Aplikasi Sahabat KBC menjadi perhatian Kementerian Agama Kabupaten Barito Selatan dalam mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Perwakilan Kemenag Barsel mengikuti rapat koordinasi penggunaan aplikasi itu secara daring pada Rabu (7/10/2026), dengan fokus pada pemahaman operator dan pengelolaan data program.

Rapat tersebut diinisiasi Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. Yusuf Ramadhani Habibie, operator Pendis, hadir mewakili Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Barsel.

Aplikasi Sahabat KBC mendukung pengelolaan data

Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Barsel, Zakirurahman, menyebut operator perlu memahami fungsi aplikasi agar pelaksanaan KBC di madrasah ditopang pengelolaan data yang baik.

“Penggunaan Sahabat KBC perlu dipahami oleh operator, karena aplikasi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah,” ujar Zakirurahman.

Menurut Zakirurahman, KBC mengarahkan pendidikan bukan hanya pada penguasaan ilmu. Kurikulum ini juga mendorong pembentukan sikap dan kepedulian peserta didik melalui nilai-nilai cinta.

Nilai yang dimaksud mencakup cinta kepada Allah dan Rasul, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Kemenag Barsel menilai nilai-nilai itu perlu dipahami dan diterapkan dalam lingkungan pendidikan.

Operator perlu memahami alur penggunaan

Dalam rapat koordinasi, Yusuf mengikuti pembahasan teknis penggunaan Aplikasi Sahabat KBC. Pemahaman tersebut diharapkan membantu pengelolaan informasi sekaligus mendukung pelaksanaan dan pemantauan program pada tingkat satuan pendidikan.

“Kami mengikuti kegiatan ini untuk memahami penggunaan Aplikasi Sahabat KBC, sehingga nantinya dapat membantu pengelolaan data dan pelaksanaan program KBC di madrasah,” kata Yusuf.

Ia menekankan pentingnya memahami alur aplikasi. Data yang dikelola operator perlu sesuai dengan kebutuhan program, bukan sekadar tercatat dalam sistem.

“Yang penting bagi operator adalah memahami alur dan penggunaan aplikasinya dengan baik, sehingga data yang dikelola dapat digunakan sesuai kebutuhan program,” ujarnya.

Bagi madrasah, dukungan digital seperti ini berkaitan langsung dengan keteraturan pencatatan dan kemudahan menelusuri informasi pelaksanaan KBC. Ketika operator memahami alur kerja aplikasi, data program diharapkan lebih siap digunakan untuk mendukung pemantauan. Namun, sumber tidak merinci fitur aplikasi atau tahapan pelaporan yang dibahas dalam rapat.

Penerapan nilai KBC di lingkungan madrasah

Rakor juga menjadi ruang bagi operator untuk memperoleh pemahaman teknis yang sama mengenai penggunaan Sahabat KBC. Kemenag Barsel berharap dukungan sistem digital membuat pengelolaan data dan pemantauan penerapan kurikulum lebih tertata.

Kehadiran perwakilan daerah dalam kegiatan itu mencerminkan kesiapan Kemenag Barsel mengikuti kebijakan KSKK Madrasah terkait KBC. Pendekatan yang diusung menempatkan nilai pendidikan humanis dan ramah anak sebagai bagian dari pengalaman belajar di madrasah.

Tantangannya terletak pada penerapan di satuan pendidikan: pemahaman konsep perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Kemenag Barsel berharap kesamaan pemahaman antara pengelola program dan operator dapat membantu proses tersebut, sementara operator mulai menerapkan pemahaman teknis yang diperoleh dari rapat koordinasi.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda