Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Gemini 4 Argon Tersedia di Indonesia, Harga Mulai Rp 309.000

4 Argon Tersedia di Indonesia, Harga Mulai Rp 309.000
4 Argon dapat diakses di Indonesia melalui layanan Google dengan langganan atau API berbayar. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Gemini 4 Argon kini dapat dicoba di Indonesia, tetapi pengguna harus berlangganan sebelum mengaksesnya lewat aplikasi Gemini. Model AI terbaru Google ini dirilis secara global pada Selasa (13/10/2026) dan ditujukan untuk menangani pekerjaan kompleks, dari pemrograman hingga riset ilmiah.

Biaya berlangganan menjadi pertimbangan langsung bagi pengguna yang ingin menjajalnya. Google AI Pro dibanderol Rp 309.000 per bulan, sedangkan Google AI Ultra berharga Rp 1,58 juta per bulan. Belum ada akses gratis melalui aplikasi Gemini.

Gemini 4 Argon mensyaratkan langganan

Menurut laporan KompasTekno, pengguna di Indonesia yang memilih Gemini 4 Argon di Gemini akan diarahkan untuk membeli salah satu paket berlangganan jika belum menjadi pelanggan. Model ini dapat diakses melalui aplikasi Gemini dan fitur AI Mode di Google Search oleh pelanggan Google AI Pro maupun AI Ultra.

Perbedaan paket juga menentukan jalur penggunaan. Pelanggan AI Ultra dapat menggunakan Argon melalui Antigravity, platform pengembangan perangkat lunak berbasis agen AI milik Google. Sementara itu, model ini tersedia melalui AI Studio dan platform Gemini lewat API berbayar.

Skema API memakai tarif berdasarkan jumlah token yang diproses. Google menetapkan harga perkenalan sebesar 2 dollar AS atau sekitar Rp 35.800 untuk setiap 1 juta token input, serta 10 dollar AS atau sekitar Rp 179.000 untuk setiap 1 juta token output. Token input yang tersimpan dalam cache mendapat diskon 95 persen.

Model untuk tugas bertahap dan kompleks

Argon 4 pertama kali diumumkan pada 1 Oktober dengan akses uji coba terbatas. Saat itu, model hanya tersedia bagi kelompok pakar keamanan siber tepercaya melalui program Fairwind Google. Setelah peluncuran global, pengguna Indonesia sudah bisa menjajalnya melalui layanan yang disediakan Google, dengan ketentuan akses berbeda menurut paket.

Google menyebut Gemini 4 Argon dirancang untuk pekerjaan yang menuntut penalaran mendalam dan melibatkan banyak tahapan. Contoh yang disebut perusahaan mencakup pemrograman, riset ilmiah, keamanan siber, serta pelatihan robot humanoid.

Klaim kemampuan itu berasal dari pengumuman di blog resmi Google; bahan yang tersedia tidak memuat hasil pengujian independen untuk membandingkan kinerjanya dengan model lain.

Bagi pengguna, pilihan jalur akses berarti biaya tidak berhenti pada langganan aplikasi. Pengembang yang memakai API juga perlu memperhitungkan konsumsi token, terutama token output yang tarifnya lebih tinggi daripada input. Diskon cache dapat menekan biaya untuk input tersimpan, tetapi tidak menghapus tarif pemrosesan lainnya.

Peluncuran berbayar ini menempatkan akses dan kebutuhan penggunaan sebagai pertimbangan utama: pelanggan umum dapat memakai model lewat layanan Gemini yang tercakup dalam paket, sedangkan pengembang dapat memilih API berbayar sesuai kebutuhan.

Google belum menyebutkan dalam bahan sumber kapan akses gratis akan tersedia; untuk saat ini, pengguna Indonesia perlu memilih paket atau jalur API sebelum mencoba Argon.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 16 Oktober 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis