Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

iPhone Duo Seharga Rp 36 Juta Ludes Dipesan, Apple Berpotensi Kekurangan Stok

iPhone Duo Seharga Rp 36 Juta Ludes Dipesan, Apple Berpotensi Kekurangan Stok
iPhone Duo Seharga Rp 36 Juta Ludes Dipesan, Apple Berpotensi Kekurangan Stok

JAKARTA — iPhone Duo seharga Rp 36 juta sudah kehabisan slot pengambilan pada hari peluncuran setelah Apple membuka pemesanan awal pada Jumat (16/10). Permintaan awal ponsel lipat pertama Apple itu melampaui perkiraan, sementara sejumlah estimasi pengiriman pesanan online mundur hingga akhir Januari 2027.

Apple menjadwalkan perangkat tersedia mulai 23 Oktober. Perusahaan menyebut minat terhadap iPhone Duo luar biasa dan mengatakan akan terus menerima pesanan melalui situs serta aplikasi Apple Store, meski stok awal berpotensi terbatas.

Harga awal perangkat itu US$ 1.999 atau Rp 36 juta, berdasarkan kurs Rp 18.043 per US$, untuk varian penyimpanan 2 terabita. Angka harga dan informasi pemesanan tersebut dilaporkan CNBC Internasional pada Sabtu (17/10).

Permintaan iPhone Duo berhadapan dengan stok awal

Direktur Riset Counterpoint Tarun Pathak memperkirakan permintaan awal iPhone Duo akan melebihi persediaan. Menurut perkiraan Counterpoint, jumlah unit yang tersedia dalam waktu dekat sekitar 6 juta unit atau kurang.

Angka itu perlu dibaca bersama skala basis pengguna Apple: perusahaan memiliki sekitar 1,4 miliar pengguna iPhone. Tidak semua pengguna akan beralih ke perangkat lipat, tetapi ketertarikan sebagian kecil saja dapat menekan ketersediaan ketika pasokan awal terbatas.

Apple menyampaikan upayanya untuk memenuhi pesanan. “Kami bekerja keras untuk menghadirkan produk baru yang revolusioner ini ke tangan pelanggan secepat mungkin, dan kami akan terus menerima pesanan secara online,” kata perusahaan, dikutip CNBC Internasional.

Jadwal pengiriman yang mundur hingga akhir Januari 2027 menjadi petunjuk langsung bagi calon pembeli: memesan perangkat tidak otomatis berarti bisa mendapatkannya saat peluncuran. Namun, keterlambatan itu belum dengan sendirinya memastikan berapa lama kekurangan stok akan berlangsung.

Singkatnya, minatnya tinggi.

International Data Corporation (IDC) juga memperkirakan pasokan awal terbatas. Lembaga itu mengaitkan situasi tersebut dengan kompleksitas perangkat serta standar manufaktur dan kualitas yang diterapkan Apple. Produk lipat menuntut rancangan berbeda dari ponsel biasa; Apple belum menyampaikan angka produksi awal dalam bahan yang dikutip CNBC.

Harga premium, layar besar, dan fitur lipat

iPhone Duo membawa layar bagian dalam berukuran 7,58 inci, yang menurut Apple merupakan layar terbesar pada iPhone. Saat dilipat, layar luarnya berukuran 5,4 inci. Bentuk ini memungkinkan pengguna beralih antara perangkat yang lebih ringkas dan bidang layar lebih luas.

Apple membekali ponsel itu dengan cip A20 Pro dan sistem dua baterai yang dirancang mendukung penggunaan sepanjang hari. Perangkat menjalankan iOS 27 yang disesuaikan dengan desain lipatnya.

Untuk pekerjaan di layar, fitur Split View memungkinkan beberapa aktivitas berjalan pada tampilan yang sama serta mendukung perpindahan antar-aplikasi. Tampilan sistem juga dapat menyesuaikan ketika perangkat dilipat, diputar, atau dibuka kembali.

Kamera belakang terdiri atas kamera utama Fusion 48 megapiksel dan kamera Fusion Ultra Wide 48 megapiksel. Kamera depan Center Stage dapat mengambil foto dan video dalam berbagai orientasi tanpa pengguna perlu memutar perangkat.

Spesifikasi itu menjelaskan apa yang ditawarkan Apple, tetapi harga tetap menjadi pembeda besar. Perangkat ini masuk ke segmen di atas iPhone Pro dan Pro Max, sekaligus menjadi perubahan besar pada desain fisik iPhone dalam beberapa tahun terakhir.

Analis Moor Insights Anshel Sag menilai harga awal US$ 1.999 lebih rendah daripada perkiraan sejumlah pengamat industri, yang memperkirakan perangkat akan dibanderol US$ 2.400 hingga US$ 2.500. Menurut Sag, harga tersebut menunjukkan Apple ingin meraih pangsa pasar besar. Ia juga memperkirakan iPhone Duo dapat menjadi simbol status selama musim liburan dan hingga tahun depan.

Apple membidik nilai penjualan, bukan sekadar unit

Ponsel lipat bukan kategori baru. Produsen Android telah menawarkan perangkat sejenis selama bertahun-tahun, kata analis IDC Nabila Popal. Namun, menurut Popal, masuknya Apple dapat menarik pengguna yang sudah berada dalam ekosistem iPhone; daya tariknya bukan hanya teknologi, melainkan juga merek Apple.

Perbedaan antara jumlah unit dan nilai pendapatan menjelaskan alasan kategori ini menarik bagi produsen. IDC memperkirakan ponsel lipat menyumbang sedikit lebih dari 2% volume pengiriman ponsel pintar global pada 2026, tetapi hampir 7% dari pendapatan industri. Pada 2030, kontribusinya diperkirakan mencapai 10% pendapatan, meski porsinya terhadap unit yang terjual hanya sekitar 3%.

Untuk Apple, IDC memperkirakan pengiriman iPhone Duo sekitar 7 juta unit pada 2026, setara sekitar 3% dari total pengiriman iPhone perusahaan tahun itu. Popal memperkirakan pengiriman perangkat dapat tumbuh 70% pada tahun berikutnya. Apple berpotensi menguasai sekitar 40% pasar ponsel lipat global dan menjadi pemain terbesar di kategori tersebut, melampaui Samsung dan Huawei.

Dampaknya bagi konsumen bukan cuma soal menunggu lebih lama untuk mendapat ponsel lipat. Strategi ini dapat menggeser perhatian Apple ke produk dengan harga jual lebih tinggi, sementara perangkat premium lain tetap menjadi pilihan bagi pembeli yang tidak membutuhkan desain lipat.

Bagi industri, keberhasilan iPhone Duo akan diuji dari kemampuannya menambah pendapatan, bukan semata-mata jumlah unit yang terjual.

Analis TechInsights Wayne Lam mengaitkan langkah Apple dengan konsumen yang memakai ponsel lebih lama dan pertumbuhan pasar ponsel pintar yang melambat. Mendorong iPhone ke segmen harga lebih tinggi, menurut Lam, menjadi salah satu cara menjaga pendapatan.

Analis D.A. Davidson Gil Luria menilai iPhone Duo dapat menaikkan harga jual rata-rata iPhone dengan menarik pelanggan setia yang sebelumnya membeli model Pro Max. Perangkat ini juga berpotensi mengundang konsumen yang memilih ponsel lipat Android karena Apple belum memiliki produk sejenis.

Efeknya bisa menjangkau model lain. Konsumen yang datang ke toko Apple untuk melihat perangkat lipat belum tentu membelinya; sebagian bisa memilih iPhone atau iPhone Pro yang lebih murah. Karena itu, angka penjualan iPhone Duo saja tidak akan menggambarkan seluruh pengaruhnya terhadap bisnis Apple.

Strategi harga tinggi tetap membawa risiko, terutama jika calon pembeli menilai perangkat lipat belum sepadan dengan harganya. Bahan sumber terputus pada awal pernyataan Lam mengenai risiko itu, sehingga tidak memuat penjelasan lengkap tentang kekhawatiran yang ia sampaikan.

Untuk saat ini, sinyal pasar paling konkret adalah slot pengambilan hari peluncuran yang habis dan estimasi pengiriman online yang bergeser hingga akhir Januari 2027.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 19 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis