Masuknya sejumlah saham Indonesia ke indeks global MSCI mengangkat pertanyaan tentang cara penyedia indeks menentukan perusahaan yang lolos. Di antara emiten yang diumumkan masuk, saham-saham milik konglomerat Prajogo Pangestu tercatat paling banyak.
Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks yang menjadi acuan investor dan pelaku pasar surat berharga, mengumumkan sejumlah saham Indonesia masuk ke dalam MSCI Global Standard. Pengumuman itu memicu perhatian terhadap emiten yang terpilih dan metodologi di balik penyusunan indeks.
Berdasarkan data dalam artikel opini CNBC Indonesia berjudul “MSCI Menebus Dosa: Kritik Epistemik Atas Metodologi MSCI”, saham perusahaan yang terkait dengan Prajogo Pangestu mendominasi daftar yang disebut. Chandra Asri Pacific (TPIA) diumumkan masuk pada 14 Mei 2024.
Nama lain menyusul pada periode berikutnya. Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Petrosea (PTRO) diumumkan masuk pada 7 Agustus 2025. Pada tanggal yang sama, saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA), emiten milik Sinar Mas Group, juga diumumkan masuk. Barito Renewables Energy (BREN) menyusul pada 7 November 2025.
Urutan pengumuman itu menunjukkan bahwa daftar saham yang dibicarakan terbentuk dalam beberapa tahap, bukan dari satu pengumuman serentak. Namun, bahan yang tersedia tidak merinci kriteria teknis MSCI, alasan setiap emiten terpilih, maupun dampak terukur terhadap harga saham atau arus investasi.
Sorotan pada metodologi menjadi pokok kritik dalam tulisan tersebut. Indeks MSCI Global Standard memiliki posisi penting sebagai rujukan bagi investor global, sehingga proses pemilihan sahamnya menjadi perhatian ketika emiten besar dari Indonesia masuk ke dalam daftar. Persoalannya bukan semata nama perusahaan yang terpilih, tetapi juga dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan kelayakan mereka.
Bahan opini itu menempatkan pengumuman MSCI sebagai pemicu diskusi mengenai kredibilitas dan pendekatan penilaian penyedia indeks. Akan tetapi, kutipan yang tersedia belum memuat uraian lengkap penulis tentang kritik epistemik yang dimaksud. Karena itu, detail argumen maupun tanggapan MSCI tidak dapat dipastikan dari informasi yang diberikan.
Penyebutan tanggal dalam bahan memperlihatkan rentang pengumuman yang berbeda: TPIA pada 2024, lalu CUAN, PTRO, dan DSSA pada Agustus 2025, sebelum BREN pada November tahun yang sama. Dari emiten yang disebut, empat berkaitan dengan kelompok Prajogo Pangestu, sementara satu lainnya berasal dari Sinar Mas Group.
Artikel sumber juga menegaskan bahwa tulisannya merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi CNBC Indonesia. Sementara itu, data yang tersedia mencatat lima emiten yang diumumkan masuk MSCI Global Standard, dengan tiga nama—CUAN, PTRO, dan DSSA—tercatat pada 7 Agustus 2025.
Sumber: cnbcindonesia.com

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.