Kedua perkara itu menunjukkan skala barang yang berhasil diamankan sekaligus mengarah pada dugaan keterlibatan sindikat lintas negara. Bahan yang tersedia tidak menjelaskan identitas jaringan atau rincian proses penyidikan lebih jauh.
Pengungkapan narkoba Sumut dan Aceh juga menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Pemerintah daerah itu menyatakan dukungan kepada Polri setelah laboratorium sabu di Pidie dibongkar, dan meminta para keuchik aktif mengawasi keadaan di gampong masing-masing.
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan meminta aparat desa melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran narkoba kepada polisi. Ia juga mendorong kegiatan keagamaan dan aktivitas positif bagi pemuda sebagai bagian dari pencegahan.
Kapolri tekankan kerja sama aparat
Suyudi mengatakan pengungkapan kasus ketamin di Belawan melibatkan kerja sama TNI, Polri, BNN, dan Bea Cukai. Ia meminta jajaran tetap cermat membaca pergerakan barang serta jaringan narkotika.
“Ini butuh kejelian, kesabaran, keuletan kita semua, BNN, Polri, Bea Cukai, TNI, harus terus bahu-membahu, kita jangan pernah lelah sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia,” kata Suyudi saat rilis kasus ketamin di Belawan, Jumat (23/10).
Pesan kepada masyarakat juga menjadi bagian dari konteks penindakan ini. Pemerintah Nagan Raya meminta warga dan aparat gampong ikut menyampaikan informasi kepada kepolisian bila menemukan tanda peredaran narkoba, sementara penyidikan atas dua pengungkapan besar itu ditangani aparat terkait.
Dari kapal MT Global 168, aparat menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCl dengan nilai Rp 3,48 triliun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.