Namun, kebutuhan makan sebelum olahraga tidak selalu sama. Dr Dimas mengatakan aktivitas yang relatif ringan seperti lari 30 menit atau berjalan selama 1 jam bisa dilakukan tanpa sarapan. Ia juga menyebut HIIT (High Intensity Interval Training) sebagai contoh olahraga yang tidak terlalu memerlukan sarapan.
“Tapi, kalau kita olahraga yang relatif ringan, seperti HIIT atau lari 30 menit itu tidak terlalu perlu sarapan,” tambahnya.
Yang perlu dipertimbangkan sebelum mulai latihan
Bagi orang yang berolahraga pagi, perbedaan antara latihan berat dan aktivitas ringan membantu menentukan pilihan sebelum berangkat. Jika rencananya lari berat atau bersepeda dalam durasi lama, penjelasan dr Dimas mengarah pada perlunya asupan untuk mendukung cadangan energi. Jika waktu makan tinggal 30 menit, saran dr Yaze lebih spesifik: pilih makanan ringan berkarbohidrat, bukan makan berat.
Artinya, keputusan makan sebaiknya mempertimbangkan dua hal yang disebut para dokter: seberapa berat aktivitasnya dan berapa lama jeda sebelum latihan. Makan berat sekitar 2-3 jam sebelumnya memberi ruang bagi pencernaan, sedangkan roti atau buah bisa menjadi opsi saat waktu tersisa 30 menit. Untuk olahraga relatif ringan, dr Dimas menyebut seseorang tidak selalu perlu sarapan.
Perbedaan saran ini berguna untuk menghindari kebiasaan menerapkan satu aturan yang sama pada semua jenis latihan. Orang yang hendak melakukan olahraga berat dan lama mendapat penekanan soal asupan, sementara olahraga singkat atau relatif ringan tidak selalu membutuhkan sarapan menurut dr Dimas. Sementara itu, dr Yaze mengingatkan agar tubuh tidak dibiarkan tanpa makanan sebelum berolahraga.
Patokan yang disampaikan dr Yaze jelas: makan berat sekitar 2-3 jam sebelum olahraga berat; jika hanya tersisa 30 menit, pilih roti atau buah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.