Selasa, 27 Oktober 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Bahas Keamanan Kawasan dengan Saudi, Pakistan, Turki

Iran Bahas Keamanan Kawasan dengan Saudi, Pakistan, Turki
Iran Bahas Keamanan Kawasan dengan Saudi, Pakistan, Turki

Parlemen Mesir juga menyetujui permintaan Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk memberikan dukungan militer defensif kepada Saudi jika diminta. Jenis dukungan yang mungkin diberikan belum dijelaskan. Rangkaian perkembangan ini menunjukkan bahwa pembicaraan di Teheran berlangsung dengan risiko keamanan yang nyata, bukan sekadar pertemuan seremonial.

Dampaknya dapat terasa di luar ruang diplomasi. Bila serangan berlanjut dan negara-negara kawasan ikut terseret, ketegangan berpotensi meluas dari Iran dan Israel ke negara-negara Teluk. Karena itu, kesediaan Saudi, Pakistan, dan Turki berbicara langsung dengan Iran menjadi saluran penting untuk menahan eskalasi, meski kesepakatan konkret belum muncul.

Qatar dan Pakistan disebut memimpin upaya mediasi antara Washington dan Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan delegasi Qatar mengunjungi Teheran pada Minggu. Pertemuan dengan negara-negara pakta Mekkah menambah jalur komunikasi regional di tengah upaya tersebut.

Peringatan eskalasi muncul dari PBB dan Israel

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyerukan agar semua pihak mencegah peningkatan konflik. Ia memperingatkan risiko serangan militer besar terhadap Iran maupun serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk harus dihindari.

Ketegangan politik juga meningkat menjelang pemilihan Israel pada Selasa dan pemilihan sela Amerika Serikat pekan berikutnya. Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington mungkin kembali melancarkan operasi yang ia sebut “Epic Fury”, merujuk pada kampanye AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran dan kelompok yang bersekutu dengannya dapat mencoba mengganggu pemilihan Israel melalui serangan. Pernyataan itu muncul setelah media Channel 12 melaporkan adanya perselisihan antara Netanyahu dan Kepala Angkatan Darat Eyal Zamir terkait arahan baru dalam perang dengan Iran; Netanyahu membantah laporan tersebut.

Analis keamanan Saudi Hesham Alghannam memperingatkan bahwa peluang diplomasi bisa menyempit jika ketegangan tak terkendali. Rezaei, sementara itu, menyebut suasana baru mulai terbentuk di kawasan dan menegaskan kembali prinsip keamanan yang dibahas para pejabat: “kita harus mencegah segala bentuk campur tangan asing.”

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda