WASHINGTON — Kasus James Comey kembali menyeret mantan direktur FBI itu ke pengadilan federal, kali ini lewat upaya pemerintahan Donald Trump memproses dugaan pembocoran informasi rahasia tanpa melalui grand jury. Pengacara Comey menilai langkah yang tidak lazim itu membuat perkara tersebut tidak sah secara hukum.
Dokumen Departemen Kehakiman yang dibuka untuk publik pada Senin di pengadilan federal Washington memuat tuduhan baru. Ini menjadi perkara pidana ketiga yang diajukan terhadap Comey sejak Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu, menurut laporan Associated Press (AP) dan CNBC.
Perkara ini dapat menentukan bagaimana proses hukum terhadap Comey berjalan, sekaligus memperpanjang perseteruan antara mantan pimpinan FBI itu dan presiden AS. Rincian lanjutan belum tersedia dalam bahan yang dipublikasikan.
Kasus James Comey dan tuduhan informasi pertahanan
CNBC melaporkan bahwa dokumen pengadilan menuduh Comey dengan sengaja menyampaikan informasi terkait pertahanan nasional kepada seseorang yang tidak berhak menerimanya. Ia juga dituduh bersekongkol dengan pihak lain untuk melanggar hukum yang mengatur penyebaran informasi semacam itu.
Dalam pengaduan pidana yang diajukan di pengadilan federal Washington, jaksa menyebut Comey, melalui satu atau lebih pihak yang bersekongkol dengannya, mengarahkan seseorang yang tidak disebut namanya untuk memberikan informasi pertahanan nasional kepada seorang reporter media berita nasional. Identitas reporter maupun penerima informasi itu tidak disebut dalam bahan yang tersedia.
AP menggambarkan langkah penuntutan itu sebagai upaya melewati grand jury, mekanisme yang lazim digunakan untuk menentukan apakah dakwaan pidana dapat diajukan. Tim hukum Comey menentang cara tersebut dan menyatakan prosesnya cacat secara hukum. Dokumen yang tersedia belum memuat putusan hakim atas keberatan itu.
Perbedaan istilah dalam laporan juga perlu dicermati. AP menyebut dugaan pengungkapan informasi rahasia, sedangkan CNBC merinci tuduhan terkait informasi pertahanan nasional dan konspirasi. Keduanya melaporkan perkara yang sama, yakni proses baru terhadap Comey di pengadilan federal Washington.
Perkara baru menambah tekanan hukum
Kasus terbaru hadir ketika Comey masih berupaya menggugurkan dakwaan lain di North Carolina. Menurut CNBC, perkara itu menuduhnya mengancam nyawa Trump setelah ia mengunggah foto kerang di pantai ke media sosial. Bahan yang tersedia tidak menjelaskan status terbaru permohonan Comey dalam perkara tersebut.
Comey sebelumnya juga berhasil menggugurkan dakwaan berbeda yang menuduhnya memberikan kesaksian palsu kepada Kongres, CNBC melaporkan. Dengan perkara baru ini, catatan penuntutan terhadap mantan direktur FBI itu mencakup sejumlah kasus dengan tuduhan dan tahapan hukum yang berbeda. Gugurnya satu dakwaan tidak dengan sendirinya menentukan hasil perkara lainnya.
Dampaknya langsung terasa pada posisi hukum Comey: ia kini harus menghadapi proses baru sekaligus mempertahankan keberatannya terhadap cara pemerintah mengajukan perkara.
Bagi publik, sengketa mengenai penggunaan grand jury menjadi bagian penting untuk dipantau, sebab hakim perlu menilai apakah jalur penuntutan yang dipilih dapat diteruskan. Belum ada hasil pemeriksaan pengadilan yang disebut dalam laporan sumber.
Hubungan Trump dan Comey telah lama diwarnai saling kritik. CNBC menyebut Trump memecat Comey dari jabatan direktur FBI pada 2017, dan keduanya sejak itu menjadi pengkritik satu sama lain. AP juga menggambarkan Comey sebagai lawan lama Trump.
Untuk saat ini, informasi yang tersedia berpusat pada dokumen yang dibuka di Washington dan keberatan tim hukum Comey. AP menyebut kabar ini masih berkembang; rincian berikutnya bergantung pada dokumen serta proses pengadilan yang akan muncul.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.