Bagi pelaku usaha, keterlibatan dalam kebutuhan pembangunan rumah memberi jalur agar produk lokal dapat digunakan di wilayah asalnya. Pemerintah menyebut pendekatan ini sebagai upaya menyambungkan program perumahan dengan kegiatan ekonomi daerah, sekaligus mendorong UMKM meningkatkan kapasitas dan menjaga mutu melalui standar.
Dampaknya tidak berhenti pada ketersediaan bahan bangunan. Jika produk daerah terserap dalam pelaksanaan program perumahan, kegiatan pembangunan dapat membuka ruang bagi usaha setempat untuk memasok kebutuhan proyek, sementara sertifikasi memberi acuan kualitas bagi produk yang disiapkan.
Maruarar mengatakan pemerintah ingin mendorong pemanfaatan produk sesuai potensi wilayah. Ia menyebut rencana untuk melanjutkan pendekatan serupa ke daerah dan produk lain setelah program genteng.
“Jadi kita ingin memberdayakan UMKM-UMKM lokal. Jadi kalau bisa produk Jawa Barat bisa dipakai di Jawa Barat. Produk Jawa Tengah bisa dipakai di Jawa Tengah. Sesudah Genteng kita juga akan ke tempat yang lain,” katanya.
Program ASRI ikut disiapkan
Dalam pertemuan itu, Maruarar juga menyampaikan perhatian Presiden terhadap pengembangan program ASRI. Program ini mengedepankan lingkungan Indonesia yang nyaman, indah, sehat, serta memberdayakan UMKM.
Pemerintah tengah menyiapkan program tersebut untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan permukiman dan mendorong partisipasi pelaku usaha lokal. Bahan sumber tidak merinci jadwal pelaksanaan maupun cakupan program ASRI.
Untuk saat ini, perkembangan yang disampaikan mencakup peningkatan bedah rumah, perluasan rumah subsidi melalui FLPP, dan persiapan pemanfaatan produk UMKM dalam pembangunan. Maruarar menyatakan arah pemberdayaan itu akan dilanjutkan ke produk dan daerah lain.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.