Harga Adaro Energy (ADRO) ditutup di Rp2.440 pada sesi Rabu, 28 Oktober 2026, turun 0,81% dari penutupan sebelumnya di Rp2.460. Dalam lima hari saham ini naik 1,67% dan dalam satu bulan naik 0,41%. Kenaikan tipis itu belum cukup mengubah struktur tren yang masih condong turun. ADRO belum masuk bahasan JournalArta dalam 14 hari terakhir, sehingga pergerakan terbarunya layak dicermati ulang.
Tren & Aksi Harga
Harga berada di bawah SMA20 (Rp2.464), sementara SMA50 bertengger lebih tinggi di Rp2.565,6. Susunan ini lazim pada tren turun: rata-rata jangka pendek di bawah rata-rata jangka menengah, dan keduanya menjadi “atap” yang menahan rebound. SMA20 sendiri turun 0,81% dalam 5 hari, jadi tekanan jual belum benar-benar reda. Tidak ada persilangan MA baru, sehingga tren ini berjalan tanpa sinyal pembalikan formal.
Posisi harga di rentang 20 hari terbilang tengah, yakni 59% antara support Rp2.210 dan resistance Rp2.600. Dalam rentang tiga bulan, saham bergerak antara Rp2.100 (low) dan Rp2.860 (high). Harga kini jauh dari puncak itu. Artinya, sebagian besar koreksi dari area atas sudah terjadi, tetapi dasar belum diuji ulang.

Seperti terlihat pada grafik, harga berputar di sekitar garis tengah Bollinger Rp2.464 yang berimpit dengan SMA20. Nilai %B 44% menandakan harga sedikit di bawah tengah pita. Lebar pita 17,1% masuk kategori normal, jadi belum ada tanda squeeze yang biasanya mendahului pergerakan besar. Batas atas pita di Rp2.674,94 dan batas bawah di Rp2.253,06 menjadi pagar dinamis yang cukup lebar.
Momentum & Oscillator

Sinyal momentum bercampur. RSI(14) di 46,7 berstatus netral, sedikit di bawah 50, yang konsisten dengan dominasi penjual yang tipis. Stochastic %K 68,0 dan %D 67,0 juga netral, tetapi berada lebih dekat ke zona atas. Selisih ini menunjukkan harga sempat mendekati bagian atas rentang jangka pendeknya, namun belum jenuh beli.
MACD berada di -37,530, masih di bawah signal -44,637. Histogram positif 7,107 menandakan momentum membaik: garis MACD mulai mendekati signal dari bawah. Posisi MACD yang masih negatif mengingatkan bahwa perbaikan ini baru koreksi atas tekanan, bukan konfirmasi tren naik. Rebound jangka pendek dan tren menengah yang turun sedang saling tarik.
Volatilitas & Volume
ATR(14) sebesar 120,71 atau 4,9% dari harga, tergolong volatilitas tinggi. Ayunan harian sekitar Rp120 berarti stop loss yang terlalu rapat mudah tersapu noise. Volume terakhir 26.637.600 saham hanya 0,6 kali rata-rata 20 hari (42.079.050), dan OBV turun. Kenaikan lima hari terakhir tidak ditopang partisipasi yang meyakinkan; aliran dana bersih masih cenderung keluar. Inilah yang membuat perbaikan MACD sulit dipercaya penuh.
Level & Skenario
Ke atas, rintangan pertama ada di area SMA20 Rp2.464, lalu resistance Rp2.600 yang berdekatan dengan SMA50 di Rp2.565,6. Penembusan Rp2.600 disertai volume di atas rata-rata akan mengarahkan harga ke batas atas Bollinger Rp2.674,94. Ke bawah, support Rp2.210 menjadi penyangga utama, dengan batas bawah Bollinger Rp2.253,06 sebagai peringatan awal. Jika Rp2.210 jebol, low tiga bulan di Rp2.100 menjadi sasaran berikutnya.
Verdict Teknikal: TAHAN (wait & see)
Penilaian teknikal atas data menunjukkan sinyal campuran, sehingga verdict yang dipilih adalah TAHAN (wait & see).
Alasan utama:
- Tren: harga di bawah SMA20 dan SMA50, dengan SMA20 menurun, masih berpihak pada penjual.
- Momentum: histogram MACD positif dan Stochastic 68,0 menunjukkan rebound, tetapi RSI 46,7 dan MACD negatif belum mengonfirmasi pembalikan.
- Volume: volume hanya 0,6× rata-rata dan OBV turun, sehingga kenaikan belum berbasis partisipasi kuat.
Skema level sebagai acuan:
- Entry ideal: area Rp2.253 (batas bawah Bollinger) hingga mendekati support Rp2.210 bila harga terkoreksi, atau konfirmasi tembus di atas Rp2.600 untuk entri berbasis breakout.
- Target (Exit): Rp2.600 sebagai target pertama, lalu Rp2.674,94 (batas atas Bollinger) sebagai target lanjutan.
- Stop loss: penutupan di bawah Rp2.210 untuk entri di area support; untuk entri breakout, di bawah Rp2.565,6 (SMA50).
Verdict batal (berubah ke bias jual) jika harga jatuh di bawah Rp2.210, dan berubah ke bias beli jika harga menembus Rp2.600 dengan volume menguat.
Singkatnya bagi pembaca awam: sinyalnya belum jelas ke arah mana, jadi lebih masuk akal menunggu harga menembus batas atas atau bawah sebelum mengambil sikap.
Perhatian berikutnya tertuju pada apakah volume ADRO mampu kembali ke atas 42 juta saham saat harga menguji Rp2.464 dan Rp2.600 dalam beberapa sesi mendatang.
Data Ringkas ADRO
| Harga terakhir | 2.440,00 IDR |
| Perubahan 1 hari / 5 hari / 1 bulan | -0,81% / 1,67% / 0,41% |
| Tren / MA-cross | downtrend / none |
| SMA20 / SMA50 | 2.464,00 / 2.565,60 |
| RSI (14) / Stochastic %K | 46,7 / 68,0 |
| Bollinger %B / ATR | 44% / 120,71 |
| Support / Resistance 20 hari | 2.210,00 / 2.600,00 |
| Data per | 28 Oktober 2026 16:14 WIB |
Disclaimer: Analisa teknikal ini disusun otomatis dari data bursa (via Yahoo Finance) dan indikator yang dihitung JournalArta, untuk informasi dan edukasi. Verdict serta level entry, target, dan stop loss bukan saran investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada pembaca.
Pantau harga saham ADRO setiap hari: harga, support/resistance & riwayat analisis ADRO.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.