JAKARTA — Ballon d’Or of All Time menempatkan Cristiano Ronaldo di atas Lionel Messi lewat voting penggemar. Hasil itu mengangkat musim 2007/08 Ronaldo sebagai capaian terbaik, sementara prestasi Messi pada 2012 berada di posisi kedua.
Pemilihan tersebut melibatkan 10 pemain legendaris yang pernah memenangi penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola dunia. Bagi penggemar, perbandingan ini bukan sekadar soal jumlah trofi: performa satu musim, kontribusi untuk klub, dan momen di pertandingan besar ikut membentuk penilaian.
Ballon d'Or of All Time mengandalkan musim puncak
Ronaldo meraih Ballon d’Or pertamanya setelah menjalani musim luar biasa bersama Manchester United. Pemain asal Portugal itu mencetak 42 gol di semua kompetisi dan membantu tim asuhan Sir Alex Ferguson menjuarai Liga Inggris serta Liga Champions.
Catatan golnya tersebar di berbagai panggung. Sebanyak 31 gol ia cetak di Liga Inggris, sementara di Liga Champions ia ikut mencetak gol dalam final melawan Chelsea.
Final di Moskow berakhir imbang 1-1 sebelum Manchester United menang melalui adu penalti. Momen itu menambah bobot musim Ronaldo: kontribusinya hadir bukan hanya dalam rangkaian pertandingan liga, tetapi juga pada laga penentu gelar Eropa.
Di kompetisi domestik, Ronaldo juga mencetak gol saat menghadapi Arsenal dan Liverpool. Ia bahkan membukukan hattrick ketika Manchester United menang 6-0 atas Newcastle United. Rentetan itu memperlihatkan ancamannya dalam berbagai jenis pertandingan, dari duel besar sampai laga ketika timnya menguasai permainan.
Produktivitas jadi pembeda Ronaldo dan Messi
Sepatu Emas Liga Inggris melengkapi musim tersebut. Ronaldo unggul tujuh gol dari pesaing terdekatnya, Fernando Torres, dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak liga.
Angka itu memberi konteks pada pilihan penggemar. Musim 2007/08 menyatukan produktivitas individu dan keberhasilan tim: 42 gol di semua kompetisi, gelar Liga Inggris, serta trofi Liga Champions. Kumpulan pencapaian itulah yang membuat periode tersebut menonjol dalam pemilihan Ballon d’Or of All Time.
Messi berada tepat di belakang Ronaldo melalui pencapaian Ballon d’Or pada 2012. Namun, bahan pemilihan yang disajikan menyoroti rincian musim Ronaldo, sementara capaian Messi disebut sebagai dasar penempatan di posisi kedua. Perbandingan itu tetap menyentuh dua pemain yang sama-sama mendefinisikan persaingan sepak bola dunia pada era mereka.
Voting penggemar juga menunjukkan bahwa label terbaik sepanjang masa bergantung pada cara orang menimbang puncak performa. Bagi sebagian pemilih, satu musim yang berisi gol, gelar liga, dan keberhasilan di Eropa cukup kuat untuk mengungguli pencapaian pada tahun lain. Hasilnya bukan penutup perdebatan, melainkan gambaran tentang bagaimana satu musim gemilang dapat meninggalkan kesan panjang.
Di Manchester United, Ronaldo tampil sebagai pencetak gol utama sekaligus bagian penting dari tim juara. Kombinasi itulah yang menjadi alasan paling konkret di balik posisinya dalam pemilihan ini: 42 gol dalam satu musim.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.