Bagaimana klinik menilai kebutuhan pasien?
Founder Maharva Clinic, dr. Aji Bayu Chandra, mengatakan klinik selektif dalam menghadirkan teknologi estetika dan mempertimbangkan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
“Yang menarik dari Quadessy adalah kemampuannya untuk menjawab berbagai skin concerns sekaligus, mulai dari acne scars dan tekstur kulit hingga skin tightening,” kata dr. Aji Bayu saat peluncuran di Surabaya.
Pernyataan itu menempatkan fleksibilitas sebagai bagian penting dari pengenalan perangkat. Bekas jerawat, tekstur yang tidak rata, dan kebutuhan mengencangkan kulit menjadi contoh masalah yang disebut klinik. Bagi pasien, informasi tentang cara kerja teknologi memberi gambaran awal untuk berdiskusi dengan penyedia perawatan mengenai kondisi kulit dan pendekatan yang sesuai.
Perwakilan Haju Medical, Alex Won, menyampaikan bahwa konsumen semakin memahami kebutuhan kulit dan lebih selektif dalam memilih perawatan. Menurut dia, perubahan itu mendorong industri estetika untuk terus berinovasi.
Dalam acara tersebut, Runner Up Indonesia’s Next Top Model Cycle 3 Paula Andreas dan makeup artist Malva turut mencoba perawatan QUADESSY secara langsung. Paula mengatakan kondisi kulit asli penting untuk penampilan dan rasa percaya dirinya, terutama karena ia terbiasa tampil di depan kamera.
“Menurutku, kondisi kulit asli tetap penting untuk diperhatikan. Itu yang membuat aku tertarik mencoba Quadessy, karena nggak cuma fokus pada tekstur kulit, tapi juga kekencangannya,” kata Paula.
Peluncuran ini mempertemukan penjelasan teknis dari Haju Medical dengan pengalaman dua figur yang pekerjaannya berkaitan dengan penampilan. Bagi konsumen, poin yang paling konkret adalah rancangan penghantaran energi pada kedalaman berbeda serta kemungkinan penyesuaian perawatan berdasarkan kebutuhan kulit.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.