SAMARINDA — Rakernas SPS 2026 menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS 2027 dalam rapat di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (5/11/2026). Kongres itu direncanakan berlangsung pada Juni 2027, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 SPS.
Keputusan tersebut menjadi salah satu dari enam rekomendasi strategis yang dihasilkan Rapat Kerja Nasional Serikat Perusahaan Pers. Rekomendasi lain mencakup penguatan tata kelola organisasi, persiapan kongres, serta upaya menjaga keberlanjutan industri pers nasional dan daerah.
Bagi perusahaan pers, agenda ini menyentuh dua kebutuhan sekaligus: konsolidasi organisasi dan keberlanjutan usaha media. Rakernas mempertemukan pengurus pusat dan provinsi untuk merumuskan langkah bersama menghadapi perubahan industri.
Apa agenda utama Rakernas SPS 2026?
Rakernas SPS 2026 mengusung tema “Konsolidasi Organisasi Menuju Kongres SPS 2027”. Forum yang berlangsung di Samarinda itu membahas penguatan kelembagaan SPS sekaligus menetapkan arah persiapan menuju kongres.
Pengurus SPS Pusat mendapat mandat untuk bekerja bersama SPS Provinsi Lampung dalam menentukan jadwal dan menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan kongres. Persiapan itu harus mengikuti AD/ART SPS.
Penetapan Lampung memberi kepastian awal mengenai lokasi forum organisasi berikutnya. Pekerjaan berlanjut pada penyusunan jadwal dan kebutuhan pelaksanaan, sementara kongres juga akan menjadi ruang untuk mengevaluasi fondasi organisasi.
Pers menghadapi perubahan teknologi
Ketua Umum SPS Januar P Ruswita mengatakan perjalanan panjang organisasi berjalan beriringan dengan perubahan cara masyarakat memperoleh informasi. Ia menyoroti pergeseran dari surat kabar sebagai sumber utama berita menuju ekosistem digital yang turut dibentuk kecerdasan buatan.
“Delapan puluh tahun perjalanan SPS telah membawa organisasi ini melintasi berbagai perubahan besar dalam kehidupan pers Indonesia. Dari masa ketika surat kabar menjadi salah satu sumber utama informasi masyarakat, hingga hari ini ketika teknologi digital dan kecerdasan buatan mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi,” ujar Januar.
Perubahan itu berdampak langsung pada perusahaan pers. Organisasi perlu membantu anggotanya merespons perubahan produksi dan distribusi informasi, sementara keberlanjutan bisnis media tetap menjadi tantangan yang disebut dalam pembahasan Rakernas.
Januar menilai SPS perlu memperkuat peran sebagai rumah bersama bagi perusahaan pers sekaligus organisasi yang dapat menjawab kebutuhan anggotanya. Karena itu, agenda kongres dipandang lebih luas daripada pergantian kepengurusan.
Kongres SPS 2027 juga akan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dan memperkuat fondasi organisasi dalam menghadapi tantangan mendatang. Enam rekomendasi Rakernas menghubungkan persiapan forum tersebut dengan tata kelola dan keberlanjutan industri pers di tingkat nasional maupun daerah.
“Dari masa ketika surat kabar menjadi salah satu sumber utama informasi masyarakat, hingga hari ini ketika teknologi digital dan kecerdasan buatan mengubah cara informasi diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi,” ujar Ketua Umum SPS Januar P Ruswita.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.