SINGAPURA — Sogurt kembali setelah delapan tahun berhenti beroperasi. Merek frozen yogurt yang pernah memiliki 12 gerai di Singapura itu akan membuka kafe andalan baru di One Holland Village pada Desember, dengan resep yang diperbarui dan sejumlah rasa nostalgia.
Kembalinya Sogurt menandai babak baru bagi merek yang dikenal sebagai pelopor gerai frozen yogurt dengan konsep ambil sendiri. Gerai terakhirnya tutup pada 2018; kini Sogurt menyiapkan ruang yang lebih luas dengan tampilan baru.
Sogurt kembali dengan resep dan rasa baru
Dalam pembukaan kembali ini, Sogurt membawa resep yang telah ditingkatkan, sekaligus mempertahankan rasa-rasa lama yang lekat dengan kenangan pelanggannya. Kafe barunya akan berada di One Holland Village, Singapura, dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Desember.
Informasi yang tersedia belum merinci varian rasa yang akan dijual, harga, ataupun tanggal pembukaan secara spesifik. Yang sudah dipastikan adalah arah pembaruannya: Sogurt ingin menggabungkan menu yang diperbarui dengan pilihan yang mengingatkan pelanggan pada masa awal merek tersebut.
Konsep gerai swalayan menjadi bagian penting dari identitas Sogurt. Pelanggan dapat mengambil frozen yogurt sendiri, berbeda dari pola layanan yang sepenuhnya bergantung pada staf untuk menyajikan setiap pesanan. Kini, perusahaan membawa merek itu kembali lewat kafe andalan dengan ruang lebih lapang.
Dari tugas kuliah menjadi 12 gerai
Pendiri Sogurt, Lee Li Ping, mulai merancang bisnis ini pada 2010. Saat itu, ia berusia 22 tahun dan sedang menjadi mahasiswa di Los Angeles. Ia gemar menikmati frozen yogurt, bahkan sampai dua kali sehari, lalu mengembangkan gagasan tersebut menjadi rencana bisnis untuk proyek kewirausahaan di universitas.
Rencana itu kemudian berubah menjadi usaha nyata. Lee membuka gerai frozen yogurt swalayan penuh pertama di Singapura, menempati sebuah ruko di Bukit Timah. Bisnis tersebut mencapai titik impas dalam enam bulan, menurut bahan sumber tentang perjalanan Sogurt.
Setelah itu, Sogurt berkembang hingga memiliki 12 gerai di berbagai kawasan Singapura pada masa puncaknya. Perjalanan dari satu ruko ke jaringan gerai tersebut menunjukkan betapa cepat konsepnya diterima saat frozen yogurt swalayan menjadi pilihan baru bagi konsumen setempat.
Arti kembalinya Sogurt bagi pelanggan lama
Bagi pelanggan lama, pembukaan kembali ini menawarkan kesempatan untuk menemukan rasa yang pernah mereka kenal, sekaligus mencoba resep yang telah diperbarui. Perpaduan itu menjadi daya tarik utama: nostalgia tetap hadir, tetapi pengalaman yang ditawarkan tidak sekadar mengulang gerai lama.
Bagi industri makanan dan minuman di Singapura, langkah Sogurt juga memperlihatkan nilai sebuah merek yang punya identitas jelas. Sogurt tidak hanya membawa kembali nama lama; perusahaan menyiapkan kafe andalan baru dengan konsep ruang yang lebih luas. Namun, belum ada rincian mengenai rencana pembukaan gerai lain setelah lokasi di One Holland Village.
Sogurt pertama kali menutup gerai terakhirnya pada 2018. Setelah jeda delapan tahun, merek itu kini menargetkan pembukaan kembali pada Desember di One Holland Village.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.