Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Kopilot Bawa Narkoba, Polisi Malaysia Selidiki Petugas Bandara Kuala Lumpur

Kopilot Bawa Narkoba, Polisi Malaysia Selidiki Petugas Bandara Kuala Lumpur
Kopilot Bawa Narkoba, Polisi Malaysia Selidiki Petugas Bandara Kuala Lumpur

Kepolisian Malaysia mulai mengusut keterlibatan oknum petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pasca-penangkapan kopilot Malaysia Airlines di Indonesia terkait kasus penyelundupan narkoba. Penyelidikan ini difokuskan pada celah keamanan yang membuat tersangka leluasa membawa barang terlarang melintasi perbatasan.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi satu staf bandara berusia 30-an tahun. Petugas tersebut diduga memiliki peran dalam sistem pemeriksaan keamanan di terminal keberangkatan KLIA.

“Kami akan segera memanggilnya untuk membantu penyelidikan, dan jika perlu, kami akan menangkapnya,” ujar Hussein dalam konferensi pers di markas polisi Selangor, Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir media lokal Harian Metro.

Sistem Keamanan di Bawah Sorotan

Kasus ini memicu evaluasi mendalam terhadap prosedur keamanan di KLIA. Hussein menjelaskan bahwa sistem di bandara tersebut sebenarnya menerapkan empat tingkat pemeriksaan berlapis bagi setiap pelancong.

“Jika mereka lolos pemeriksaan pertama yang dilakukan secara otomatis melalui sistem pemindaian, mereka tidak akan melanjutkan ke tingkat kedua,” paparnya seperti dikutip Free Malaysia Today. Otoritas baru akan melakukan pemeriksaan pada tingkat kedua dan ketiga jika sistem mendeteksi kejanggalan atau ada kecurigaan dari petugas.

Kelolosan kopilot tersebut dari sistem pemindaian otomatis memicu tanda tanya besar. Polisi kini mendalami apakah ada unsur kesengajaan dari petugas yang membiarkan koper berisi barang terlarang tersebut lolos dari pengawasan ketat.

Kolaborasi Lintas Negara

Mohd Saufi bin Othman, kopilot Malaysia Airlines tersebut, diringkus aparat di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pekan lalu. Ia tertangkap tangan membawa koper berisi sekitar 25 kg ekstasi usai mengoperasikan penerbangan MH727 dari Kuala Lumpur menuju Jakarta. Selain barang bukti narkoba, hasil tes menunjukkan tersangka positif menggunakan zat terlarang.

Dampak langsung dari insiden ini adalah diperketatnya koordinasi antara pihak berwenang Malaysia dan Indonesia. Penyelidikan tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mencoba memetakan jaringan distribusi narkoba yang lebih luas. Polisi Malaysia mencurigai adanya keterkaitan dengan sindikat internasional yang beroperasi di wilayah Indonesia.

“Kami sedang menunggu izin dari kepolisian Indonesia. Ketika waktunya tepat, petugas kami akan pergi ke sana untuk mewawancarai tersangka,” tambah Hussein. Saat ini, kepolisian terus mendalami kronologi bagaimana tersangka mendapatkan narkoba tersebut sebelum bertolak dari Malaysia hingga akhirnya tertangkap di Jakarta.

Kasus ini menjadi peringatan bagi otoritas penerbangan mengenai kerentanan celah keamanan bandara internasional yang bisa dimanfaatkan oleh oknum penerbangan. Kerja sama tim investigasi kedua negara menjadi kunci untuk memastikan apakah terdapat keterlibatan jaringan terorganisir di balik penyelundupan barang haram tersebut.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda