Garis pantai Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, kini terancam oleh laju abrasi yang semakin mengkhawatirkan. Menanggapi ancaman nyata tersebut, jajaran pengurus Partai Demokrat DKI Jakarta turun tangan dengan menjadwalkan aksi bersih pesisir serta penanaman mangrove pada Jumat, 7 Agustus 2026 mendatang.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk seremoni. Fokus utamanya adalah memulihkan ekosistem pesisir yang kian tergerus oleh hantaman ombak dan tumpukan sampah. Bagi warga yang menggantungkan hidupnya dari laut, setiap meter daratan yang hilang adalah ancaman langsung bagi keberlangsungan ekonomi mereka.
Menggerakkan Akar Rumput
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan, menyebut bahwa pelestarian lingkungan adalah pekerjaan rumah yang besar bagi masyarakat pesisir. Ia menegaskan, urusan menjaga alam tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Perlu ada campur tangan dari berbagai pihak agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga.
“Masih banyak pekerjaan rumah bagi warga Kepulauan Seribu, misalnya. Karena Demokrat lahir dari rakyat, maka kita akan hadir bersama rakyat, dan berbuat kebaikan untuk rakyat,” kata Ali melalui pernyataan resmi yang dirilis Selasa, 4 Agustus 2026.
Aksi ini nantinya bakal melibatkan kader partai, simpatisan, hingga komunitas lokal yang sehari-hari bergelut di kawasan tersebut. Mereka akan bekerja bahu-membahu dalam semangat gotong royong untuk membersihkan bibir pantai dari sampah plastik yang selama ini mengotori ekosistem laut.
Ali berharap, keterlibatan warga secara langsung bisa menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan mereka sendiri.
Melawan Abrasi
Pilihan lokasi di Pulau Lancang bukannya tanpa alasan. Kondisi geografis kepulauan ini memang sangat rentan terhadap pengikisan garis pantai. Selama bertahun-tahun, warga menyaksikan daratan tempat mereka berpijak sedikit demi sedikit terkikis air laut. Penanaman bibit mangrove pun dipersiapkan sebagai langkah pertahanan alami untuk memecah gelombang dan menjaga struktur tanah tetap kokoh.
Lebih dari itu, pohon mangrove juga berfungsi sebagai benteng penyerap karbon yang efektif. Dengan memulihkan habitat alami ini, diharapkan kehidupan nelayan di Kepulauan Seribu bisa kembali stabil. Lingkungan yang sehat akan membawa dampak positif bagi hasil tangkapan ikan yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat lokal di sana.
Bagian dari Perayaan Perak
Aksi lapangan di Kepulauan Seribu ini merupakan satu bagian dari rangkaian besar peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat. Pihak partai mengusung tema “Gerakan Langit Biru, Indonesia Asri” sebagai payung utama seluruh rangkaian kegiatan sosial mereka.
Rencananya, aksi serupa juga akan menyambangi berbagai wilayah lain di penjuru Jakarta. Bagi Ali, tema tersebut bukan sekadar jargon politik yang manis di telinga, melainkan cerminan komitmen partai terhadap isu pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi perhatian publik luas.
Ia menekankan bahwa pendekatan partisipatif di Kepulauan Seribu harus mampu menciptakan kesadaran ekologis di tingkat akar rumput. Diharapkan, setelah tim partai meninggalkan lokasi, warga tetap memiliki semangat untuk menjaga kebersihan pantai secara mandiri.
Kedekatan antara politisi dan rakyat melalui aksi nyata di lapangan menjadi strategi utama untuk memastikan pesan pelestarian lingkungan ini benar-benar tersampaikan ke masyarakat.
Langkah ini menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas agenda partai. Menjelang hari pelaksanaan, persiapan logistik berupa bibit mangrove dan peralatan kebersihan terus dimatangkan oleh panitia pelaksana agar kegiatan pada Jumat nanti berjalan sesuai rencana.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.