JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memuji perjalanan politik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai teladan, bahkan menyatakan siap mencontoh langkah mantan Presiden ke-6 RI tersebut. Ungkapan itu disampaikan saat Prabowo memberikan pidato di acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
“Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat,” kata Prabowo dengan nada ringan yang mengundang gelak tawa ribuan kader Demokrat. Ungkapan tersebut merefleksikan apresiasi mendalam Prabowo terhadap pola karier SBY — dari militer bergeser ke jalur politik melalui mekanisme demokrasi.
Sahabat Angkatan, Perjalanan Berbeda
Prabowo dan SBY adalah sesama peserta werving (penerimaan) Akademi Militer tahun 1970. Namun, mereka lulus dalam tahun yang berbeda. SBY menyelesaikan pendidikan di Akmil tahun 1973 dengan meraih predikat Adhi Makayasa (lulusan terbaik), sementara Prabowo lulus setahun kemudian, tahun 1974.
Prabowo terbuka mengakui perbedaan tersebut di hadapan ribuan peserta. “Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya. Memang dari awal sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik, tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki,” ujar Prabowo sambil menyebut dirinya sendiri dengan humor.
Dari Jenderal Menjadi Politisi Rakyat
Keduanya pernah menjabat sebagai jenderal TNI sebelum melanjutkan pengabdian melalui jalur politik. Akan tetapi, Prabowo menekankan bahwa latar belakang militer keduanya tidak memisahkan mereka dari nilai-nilai kerakyatan. “Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi kita TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat,” jelasnya.
Prabowo menilai pendidikan sebagai tentara rakyat sejak dini membentuk karakter pengabdian. “Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat,” katanya.
Menurutnya, komitmen tersebut melanjut ketika keduanya mengambil jalur politik. “Kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” ujar Prabowo, menekankan bahwa perpindahan dari militer ke politik harus tetap melalui mekanisme demokratis dan mendapat mandat rakyat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.