Template Karier: Dirikan Partai, Minta Mandat Rakyat
SBY menjadi model yang Prabowo tiru. Setelah pensiun dari TNI, mantan Presiden 2004-2014 itu mendirikan Partai Demokrat dan maju ke hadapan rakyat untuk meraih mandat melalui pemilu. Prabowo melakukan hal serupa — mendirikan partai dan meminta mandat kepada rakyat untuk memimpin.
Namun perjalanan Prabowo ke kursi presiden tidak semulus SBY. Prabowo mengalami empat kali kekalahan dalam kontestasi pemilihan presiden sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024. “4 kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” ucapnya dengan santai.
Sikap Prabowo terhadap kekalahan-kekalahan tersebut mencerminkan prinsip yang sama dengan Partai Demokrat. Alih-alih terjerembab dalam frustrasi, Prabowo memilih menerima hasil dan kembali mempersiapkan diri. “Saya waktu 4 kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” tuturnya.
Apresiasi atas Dukungan Partai Demokrat
Prabowo secara eksplisit mengucapkan terima kasih atas dukungan Partai Demokrat sejak Pemilu 2019 hingga 2024. Bahkan, SBY turun langsung berkampanye membantu Prabowo. Dukungan tersebut muncul, menurut Prabowo, karena keduanya memiliki cita-cita dan prinsip yang sama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Saya terima kasih atas dukungan Partai Demokrat sejak 2019, 2024 sampai Presiden SBY pun turun ke lapangan, turun bersama-sama berkampanye karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” kata Prabowo.
Refleksi Sikap Politik dalam Menghadapi Kekalahan
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung perjalanan Partai Demokrat yang pernah berada di puncak kekuasaan dan pernah berada di luar pemerintahan. Dia menggunakan istilah yang halus untuk menggambarkan pengalaman tersebut. “Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak,” ucapnya.
Menurut Prabowo, hal yang membedakan Partai Demokrat adalah sikap politiknya yang relatif terkendali ketika berada di luar pemerintahan. “Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo, menyoroti kedewasaan partai dalam menerima kekalahan tanpa melakukan tindakan destruktif.
Sikap serupa adalah yang Prabowo coba terapkan. Kekalahan lima kali dalam arena pemilihan presiden tidak membuat Prabowo goyah atau melakukan tindakan merusak. Sebaliknya, dia memilih bangkit dan mempersiapkan diri untuk kontestasi berikutnya — hingga akhirnya rakyat memberikan mandat kepadanya di Pilpres 2024.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.