JAKARTA — Kebakaran lahan membakar area di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin malam 21 September 2026. Api meraup lahan berumput alang-alang di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Pulau Tidung, dengan total luasan mencapai 50 meter persegi.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi pemicu utama.
Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, menjelaskan mekanisme pelaporan. “Dugaan penyebab kebakaran disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan dan memicu terjadinya penyalaan api,” katanya di Jakarta, Senin.
Awalnya, seorang warga yang sedang melintas di sekitar lokasi menyadari adanya api. Warga langsung melapor ke petugas pemadam kebakaran. Laporan masuk ke meja operasional Sudin Gulkarmat sekitar pukul 18.30 WIB. Respon cepat dilakukan — dalam hitungan beberapa menit, tim bergerak menuju Pulau Tidung.
Tim gabungan terdiri atas tujuh personel yang dilengkapi motor pemadam khusus untuk menjangkau lokasi kejadian. “Awal penanganan dimulai pada pukul 18.37 WIB,” ungkap Gatot.
Petugas melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak merambat ke area sekitar yang juga ditumbuhi material mudah terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, fase pendinginan dilanjutkan untuk memastikan tak ada titik api yang tersisa. Pada pukul 19.05 WIB, kebakaran dinyatakan padam.
Total waktu penanganan hanya 28 menit.
Frekuensi Kebakaran Meningkat
Insiden Pulau Tidung menambah deretan kejadian kebakaran yang mencatat tren mengkhawatirkan. Dalam periode 1 hingga 15 September 2026 saja, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu telah mencatat 15 peristiwa kebakaran di wilayahnya. Angka itu dilaporkan Gatot pada 16 September 2026.
Yang perlu diperhatian: dari 15 kejadian tersebut, sebanyak 11 di antaranya berkaitan dengan kebakaran alang-alang dan sampah. Pola ini menunjukkan mayoritas kebakaran terjadi pada lahan terbuka dengan material organik yang mudah terbakar.
Gatot menekankan pentingnya kesadaran bersama. “Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena kebakaran pada lahan terbuka dapat dengan mudah meluas apabila terdapat material yang mudah terbakar,” ujarnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.