Selasa, 22 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kepulauan Seribu, Kali Ini Pulau Tidung!

Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Kepulauan Seribu, Kali Ini Pulau Tidung!
Petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berhasil memadamkan kebakaran lahan di Pulau Tidung

JAKARTAKebakaran lahan membakar area di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin malam 21 September 2026. Api meraup lahan berumput alang-alang di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Pulau Tidung, dengan total luasan mencapai 50 meter persegi.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu menduga puntung rokok yang dibuang sembarangan menjadi pemicu utama.

Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, menjelaskan mekanisme pelaporan. “Dugaan penyebab kebakaran disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan dan memicu terjadinya penyalaan api,” katanya di Jakarta, Senin.

Awalnya, seorang warga yang sedang melintas di sekitar lokasi menyadari adanya api. Warga langsung melapor ke petugas pemadam kebakaran. Laporan masuk ke meja operasional Sudin Gulkarmat sekitar pukul 18.30 WIB. Respon cepat dilakukan — dalam hitungan beberapa menit, tim bergerak menuju Pulau Tidung.

Tim gabungan terdiri atas tujuh personel yang dilengkapi motor pemadam khusus untuk menjangkau lokasi kejadian. “Awal penanganan dimulai pada pukul 18.37 WIB,” ungkap Gatot.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak merambat ke area sekitar yang juga ditumbuhi material mudah terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, fase pendinginan dilanjutkan untuk memastikan tak ada titik api yang tersisa. Pada pukul 19.05 WIB, kebakaran dinyatakan padam.

Total waktu penanganan hanya 28 menit.

Frekuensi Kebakaran Meningkat

Insiden Pulau Tidung menambah deretan kejadian kebakaran yang mencatat tren mengkhawatirkan. Dalam periode 1 hingga 15 September 2026 saja, Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu telah mencatat 15 peristiwa kebakaran di wilayahnya. Angka itu dilaporkan Gatot pada 16 September 2026.

Yang perlu diperhatian: dari 15 kejadian tersebut, sebanyak 11 di antaranya berkaitan dengan kebakaran alang-alang dan sampah. Pola ini menunjukkan mayoritas kebakaran terjadi pada lahan terbuka dengan material organik yang mudah terbakar.

Gatot menekankan pentingnya kesadaran bersama. “Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena kebakaran pada lahan terbuka dapat dengan mudah meluas apabila terdapat material yang mudah terbakar,” ujarnya.

Persoalan utamanya sederhana namun krusial: lahan terbuka yang tidak tertata menjadi bahan bakar potensial, dan satu titik api — entah dari rokok, sampah terbakar, atau sumber lain — dapat menyulut bencana cepat.

Risiko di Kepulauan Seribu

Kepulauan Seribu memiliki tantangan unik dalam penanganan kebakaran. Akses terbatas dan jarak yang jauh dari daratan membuat respons membutuhkan persiapan khusus. Pengiriman personel dan peralatan pemadam ke pulau-pulau kecil memerlukan koordinasi ekstra. Meski demikian, saat insiden Pulau Tidung, tim berhasil tiba dan beraksi dalam kurun singkat.

Tidak hanya soal infrastruktur respons. Karakteristik alam Kepulauan Seribu — dengan topografi datar, vegetasi lebat, dan angin yang dapat berubah cepat — menciptakan lingkungan di mana api dapat menyebar dengan kecepatan tidak terduga. Lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang, seperti yang terbakar di Pulau Tidung, adalah kondisi ideal untuk pembakaran cepat.

Catatan Sudin Gulkarmat menunjukkan bahwa penyebab paling sering adalah kelalaian manusia — mulai dari puntung rokok yang dibuang tanpa pertimbangan, hingga pembakaran sampah yang tidak terkontrol. Edukasi pencegahan menjadi penting: warga perlu dipahami risiko membuang rokok sembarangan di area bervegetasi, dan pentingnya mengelola sampah dengan baik.

Peningkatan 15 kejadian kebakaran dalam setengah bulan September mencerminkan tren yang perlu diwaspadai memasuki musim-musim berikutnya, terutama jika kelembaban udara turun dan material organik semakin kering.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 22 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online