Senin, 25 Mei 2026 WIB
BREAKING
ADVERTORIAL
BerandaADVERTORIALTarik Investasi di Pengembangan EBT, Komisaris…

Tarik Investasi di Pengembangan EBT, Komisaris Utama PLN Ungkap Sejumlah Langkah Strategis

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Komisaris Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero), Burhanuddin Abdullah mengungkapkan sejumlah langkah strategis perusahaan untuk menarik investasi kedalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), di Indonesia.

Hal itu diungkapkan dia, saat pembukaan talkshow bertema “8% Economic Growth and Energy Transition: Challenges and Opportunities” dalam rangkaian acara Electricity Connect 2024 di Jakarta, Jumat (22/11/24).

“Peningkatan investasi di sektor EBT memiliki peran penting dalam mempercepat transisi energi di Indonesia, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Burhanuddin, dalam sambutannya.

“Dan kolaborasi dalam mengembangkan solusi pembiayaan proyek EBT menjadi langkah strategis, untuk mencapai komitmen transisi energi yang berkelanjutan menuju era rendah karbon,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Ia juga menjelaskan jika saat ini PT PLN sedang menjajaki berbagai opsi pembiayaan yang sesuai, dengan komitmen transisi energi nasional. Menurutnya, langkah itu dapat memperkuat upaya membangun masa depan yang rendah karbon dan berkelanjutan.

Saat ini, PT PLN sedang aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, guna meningkatkan kemajuan teknologi yang mendukung energi terbarukan. Sekaligus mendorong peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

“Salah satu inisiatif utama yang kami lakukan adalah membangun fasilitas manufaktur panel surya, bertaraf internasional di Indonesia. Fasilitas manufaktur panel surya ini akan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus memperkuat industri nasional dan menciptakan lapangan kerja hijau,” jelas dia.

Burhanuddin menegaskan bahwa PLN akan terus melakukan transformasi untuk menjadi perusahaan yang lebih adaptif dan inovatif. Ia mendorong jajaran direksi PLN agar responsif terhadap perubahan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya tarik investasi di sektor EBT.

“Kami mendorong jajaran direksi untuk mengadopsi pendekatan manajemen yang responsif dan inovatif, khususnya dalam pemanfaatan teknologi mutakhir guna memperkuat efisiensi operasional PLN dan menarik lebih banyak investasi di sektor EBT,” tambah Burhanuddin.

Sebagai langkah penting untuk mendukung kepemimpinan dalam transisi energi, PLN berupaya mempertahankan stabilitas keuangan perusahaan dengan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya. Burhanuddin menekankan pentingnya memperkuat fondasi finansial untuk mendukung berbagai proyek EBT, yang pada gilirannya akan mempercepat transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

“PLN konsisten mencetak rekor laba perusahaan selama bertahun-tahun. Fondasi keuangan ini harus terus diperkuat guna mendorong proyek-proyek EBT yang mendukung tujuan keberlanjutan nasional,” katanya.

Di penghujung pernyataan, Burhanuddin mengungkapkan rencana PLN untuk mengembangkan platform digital yang dapat mengidentifikasi dan memberikan data detail terkait proyek-proyek EBT secara realtime. Dengan demikian, PLN berharap platform ini akan semakin meningkatkan minat dan keyakinan investor terhadap sektor energi terbarukan di Indonesia.

“Kami tengah mempersiapkan platform digital yang dapat diakses secara realtime dan transparan oleh para investor, sehingga mereka bisa memahami potensi, risiko, dan kebutuhan pendanaan tiap proyek EBT secara rinci,” tutupnya. (*/zk/listrik indonesia)

Leave a Comment