PALEMBANG, JOURNALARTA.COM — Kualitas udara di Palembang mencapai level Berbahaya dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) 390 pada Kamis, 17 September 2026, pukul 07:00 WIB. Angka ini menempatkan Palembang sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Sementara itu, Jakarta juga mencatat AQI 152, masuk kategori Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 yang 10,1 kali lipat di atas batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera. Angin bertiup dari timur laut dengan kecepatan 3 mph menyebabkan asap PM2.5 tetap stagnan, memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak.
Situasi Udara Terkini di Sejumlah Kota
Data IQAir dan Weather.com per Kamis pagi menunjukkan sejumlah kota di Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Selain Palembang, beberapa kota lain juga tercatat tidak sehat, bahkan berbahaya.
Berikut adalah ranking AQI+ kota di Indonesia secara real-time:
- Palembang, Sumatera Selatan: 390 (Berbahaya)
- Pekanbaru, Riau: 239 (Sangat Tidak Sehat)
- Pontianak, Kalimantan Barat: 239 (Sangat Tidak Sehat)
- Jambi: 184 (Tidak Sehat)
- Tangerang Selatan: 180 (Tidak Sehat)
- Serpong: 178 (Tidak Sehat)
- Jakarta: 175 (Tidak Sehat)
Di Jakarta, stasiun pemantauan seperti AHP Capital Place mencatat AQI 188, ANTARA ETP Bundaran HI 178, dan Gading Harmony 175. Semua menunjukkan kategori merah atau Tidak Sehat.
Prakiraan Cuaca dan Kualitas Udara
Prakiraan cuaca di Jakarta untuk hari ini menunjukkan kondisi berawan sebagian dengan suhu tertinggi 33°C dan terendah 26°C. Suhu pagi hari terasa 31°C dengan kelembapan 56%.
Untuk Jumat, 18 September 2026, prakiraan menunjukkan peluang hujan ringan (20%) di Jakarta dengan curah 1,45 inci. Namun, kualitas udara di Jakarta diperkirakan masih bertahan di level Tidak Sehat (139-142), dan sedikit membaik pada Sabtu (136). Sementara itu, Palembang diperkirakan masih akan menghadapi kondisi udara Berbahaya karena belum ada proyeksi hujan deras yang mampu membersihkan PM2.5 di atmosfer.
Dampak Kesehatan dan Rekomendasi
Kualitas udara kategori Tidak Sehat (AQI 151-200) dapat berdampak buruk bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita masalah pernapasan. Kondisi ini bahkan bisa memengaruhi hewan dan tumbuhan. Untuk kategori Berbahaya (AQI 301-500), semua orang berisiko mengalami efek kesehatan yang serius.
Rekomendasi dari BMKG dan IQAir untuk masyarakat meliputi:
- Mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan.
- Kelompok sensitif diwajibkan memakai masker N95/KN95 saat berada di luar rumah.
- Pastikan pintu dan jendela tertutup rapat, serta gunakan pemurni udara (air purifier) di dalam ruangan.
- Hindari aktivitas di luar ruangan terutama antara pukul 10:00 hingga 15:00 WIB, karena pada jam-jam tersebut AQI cenderung mencapai puncak dan indeks UV sangat tinggi.
- Perbanyak minum air putih dan pantau kualitas udara secara berkala melalui aplikasi seperti IQAir atau KLHK ISATU.
Data ini berdasarkan laporan real-time dari Weather.com dan IQAir pada Kamis, 17 September 2026, pukul 07:00-09:00 WIB.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.