Foto: Journalarta.com - Mengingat di akhir bulan Desember tepatnya tanggal 22 Desember jadi perayaan khusus hari ibu
Nah itulah kenapa ibu kita di rumah paling terakhir tidur, selain memastikan suara-suara mahluk gaib aneh yang terdengar dikesunyian malam. Makanya jalan bila kamu anak cowok yang doyan keluyuran, pasti ibumu tau saat suara gembok pagar ada yang buka, pintu rumah terbuka perlahan.Esok siap-siap dapat interogasi dari ibu:
Kamu pulang jam berapa,..?
Jangan bohong ya..?
5. Tukang Masak Paling Enak
Masakan ibunda memang ngga ada lawannya apalagi buat anak-anak yang kuliah atau kerja di perantauan, saat ada musim libur selain menyempatkan waktu pulang kampung. Sesuatu yang paling dirindukan ialah masakan emak tercinta, rasanya beda dari warteg dan nasi Padang manapun. Juga gratis dan ngga harus nyari warung gampang ngutang atau gampang kabur saat akhir bulan. Masalah mau nambah makan ngga masalah asalkan ngga kebaikan buat orang lain yang ada di rumah.
Yang tinggal dengan orang tua, makan di rumah selain irit juga bisa bawa ke kampus atau tempat kerja. Sambilan bisa pamerin Tupperware keluaran terbaru, emak-emak pasti paling eksis sama itu barang.
6. Anaknya Paling Cakep
Ibu ngga cuma rajin mendoakan sang anak tapi juga rajin banget memuji anaknya dengan julukan cakep. Mau anaknya cewek ataupun cowok tetap saja dianggap walaupun orang lain menganggap anaknya biasa saja atau bikin sakit mata saat di pandang, cakep mungkin karena anak sendiri.
Bukan saja urusan tampang tapi sifat juga selalu ibu memuji habis anaknya baik, rajin, sopan dan lain-lain. Apakah biar anaknya terlihat hebat atau biar ada pujian yang meluncur dari bibir si ibu dibandingkan tidak dari orang lain. Maka dari saat sejak kini baik-baiklah dengan kedua orang tua terutama ibu biar ada yang puji dan nilai tukar uang jajan ngga turun.
7. Larangan = Karma
Jangan pernah melanggar atau membantah perkataan sang ibu karena kamu akan menerima akibatnya. Sesungguhnya ibu punya kekuatan spasial yang mampu mengubah objek dari benda lunak jadi benda padat. Seperti cerita Malin Kundang yang lupa pada ibunya saat kembali ke desa dan si Mali telah menjadi hartawan sukses lagi terkenal. Malin yang ngga mengakui ibunya akibat ibunya yang telah tua miskin lagi buruk rupa. Si ibu sakit hati dan mengutuk si Malin menjadi batu. Iya jadi batu, makanya jangan durhaka!!
Andai kejadian seperti itu terjadi di jaman modern saat ini, saat anak durhaka dikutuk jadi batu oleh ibundanya. Langsung warga berbondong-bondong foto di objek tersebut dan buat bapak-bapak yang iseng anak durhaka yang bandel berwujud batu langsung diambil, dihancurin dan diasah ke tempat asah batu terdekat. Ngga lama berselang kamu jadi anak durhaka berwujud batu akik di tangan om-om yang tangannya ngga bisa lagi dikepal akibat sangking banyaknya batu akik di tangannya.
Sudah durhaka jadi jadi batu akik lagi, sebaiknya dengerin kata ibu kalian walaupun beliau ngomel akan tapi ibu untuk kebaikan kalian ke depan. Andai ibu yang punya jiwa ekonomis marah dan mengutuk anaknya bukan jadi batu tapi jadi aneka jenis Android.
Opini di atas didedikasikan oleh redaksi Special Hari Ibu Sedunia.