Pada posko pengungsi, disalurkan sementara sebanyak 1 unit mobil tangki air berkapasitas 4000 liter dan hidran umum berkapasitas 2000 liter untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, serta mobil toilet dan mobil tinja untuk keperluan sanitasi.
Selain itu, untuk pemulihan konektivitas, dilakukan perbaikan/penggantian Jembatan Tabunio II pada Lintas Selatan Kalsel (Sp Liang Anggang-Pelaihari-Batu Licin) dengan jembatan Bailey.
Kementerian PUPR juga melakukan penanganan pada Jembatan Salim di Lintas Tengah Kalsel (Banjarmasin-Tanjung-Batas Kaltim) yang putus akibat banjir dengan membangun jembatan sementara berupa sheetpile baja untuk orang dan kendaraan kecil. Selanjutnya sebagai alas jembatan sementara, dikirimkan 1.000 sand bag berisi pasir/tanah.
Selain di Kabupaten Banjar, banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di Kota/Kabupaten sekitarnya, seperti Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Balangan, Kabupaten Banjarbaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Tak hanya Kementerian PUPR, penanganan darurat bencana tersebut juga dilakukan oleh jajaran terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (dahulu Basarnas), TNI, dan Polri.
Kementerian Sosial juga telah bergerak untuk memberikan bantuan kepada korban bencana. Begitu juga dengan Kementerian Kesehatan, memastikan kebutuhan untuk tindakan medis yang diperlukan dapat segera dipenuhi. Turut juga Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memastikan ketersediaan layanan telekomunikasi.
Gerak cepat Pemerintah ini, sejalan dengan arahan Presiden untuk memastikan Pemerintah hadir di tengah masyarakat dalam keadaan bencana.
“Kita ingin baik pemerintah daerah, pemerintah pusat selalu hadir di tengah masyarakat dalam keadaan bencana ini,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Presiden juga memastikan, dirinya akan terus memantau perkembangan sejumlah bencana yang terjadi di Tanah Air.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan oleh petugas di lapangan.
“Terakhir, saya mengimbau agar kita semuanya untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem baik berupa hujan lebat dan yang lainnya dan selalu memperhatikan peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika),” tandasnya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 SR mengguncang Kabupaten Majene dan sekitarnya pada Jumat (15/01/2021). Sementara di Provinsi Kalsel, bencana banjir terjadi di Kota Banjarmasin dan kabupaten sekitarnya seperti Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sejak Kamis (14/01/2021).(HUMAS KEMENTERIAN PUPR/BPMI/Setkab)
Baca juga :Korban Tewas Akibat Gempa di Majene Kini Mencapai 78 Orang
