CIANJUR — Arus lalu lintas di jalur utama Sukabumi-Cianjur lumpuh total pada Senin (6/7) siang. Penutupan akses dilakukan kepolisian menyusul insiden kebakaran hebat yang menimpa sebuah truk tangki bermuatan 24 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ledakan terdengar dua kali sebelum api melahap bagian ban belakang kendaraan dengan nomor polisi B 9796 SEI tersebut. Sang sopir, Niko (36), segera menepikan kendaraannya ke pinggir jalan setelah menyadari adanya kobaran api. Keputusan ini tergolong krusial meski truk sempat berhenti tepat di dekat kawasan padat penduduk yang dipenuhi rumah dan kios warga.
Respon Cepat dan Rekayasa Lalu Lintas
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengerahkan setidaknya 60 personel di lapangan. Langkah ini diambil untuk memastikan api tidak menjalar ke permukiman warga di sekitar lokasi kejadian. Sinergi antara kepolisian dan dinas pemadam kebakaran menjadi kunci dalam pengendalian situasi di bawah terik matahari siang tadi.
Setidaknya tiga unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit water cannon milik Polres Cianjur dikerahkan ke titik api. Selain itu, empat unit mobil tangki air tambahan diterjunkan untuk memastikan suplai pemadaman tetap terjaga. Hingga saat ini, proses pendinginan di area sekitar truk masih berlangsung untuk memastikan keamanan area di sekitar jalan raya.
“Kami terpaksa menutup sementara akses dari arah Cianjur menuju Sukabumi dan sebaliknya untuk memprioritaskan keamanan pengguna jalan. Pengendara kami arahkan melalui jalur alternatif agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang lebih panjang,” terang Aang Andi Suhandi di lokasi kejadian.
Kronologi dan Dugaan Penyebab
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada sistem kelistrikan di bagian belakang truk. Upaya mitigasi sempat dilakukan oleh pengemudi menggunakan dua tabung alat pemadam api ringan (APAR). Sayangnya, perangkat tersebut dilaporkan tidak berfungsi optimal saat digunakan, memaksa sopir untuk menjauh dari lokasi guna menghindari risiko ledakan yang lebih besar.
Bagi warga sekitar dan pengguna jalan, peristiwa ini menjadi pengingat penting mengenai risiko mobilitas bahan berbahaya. Penutupan jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten ini berdampak langsung pada distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Barat bagian tengah.
Pengguna jalan yang hendak melintas diminta untuk memantau arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan jalur-jalur alternatif yang telah disiapkan oleh satuan lalu lintas setempat.
Situasi di lapangan kini mulai terkendali, namun aparat kepolisian masih berjaga untuk mengatur arus kendaraan yang sempat mengalami antrean panjang. Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan sisa material kebakaran dapat dibersihkan segera sehingga akses vital tersebut dapat kembali dibuka bagi publik dalam waktu dekat.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.