Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Schisto & Ladders, Cara Unik Edukasi Penyakit Tropis di Nigeria

Schisto & Ladders, Cara Unik Edukasi Penyakit Tropis di Nigeria
Schisto & Ladders menjadi metode edukasi kreatif di Nigeria untuk mencegah infeksi cacing parasit (skistosomiasis) melalui permainan papan interaktif. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Mengubah cara belajar penyakit berbahaya menjadi sebuah permainan papan ternyata efektif untuk menanamkan pemahaman di kalangan anak-anak.

Di Nigeria, sebuah modifikasi dari permainan klasik tangga ular yang dikenal sebagai “Schisto & Ladders” kini menjadi alat edukasi utama untuk menekan penyebaran skistosomiasis, penyakit tropis yang kerap diabaikan namun memiliki dampak kesehatan serius.

Skistosomiasis merupakan infeksi cacing parasit yang ditularkan melalui kontak kulit dengan air yang terkontaminasi. Penyakit ini menjadi tantangan nyata bagi penduduk di komunitas miskin, termasuk di berbagai desa nelayan di Negara Bagian Ogun, Nigeria.

Tanpa penanganan medis yang tepat, infeksi ini dapat memicu kerusakan organ vital, kemandulan, bahkan kanker kandung kemih, terutama pada usia anak-anak yang memiliki sistem imun belum sempurna.

Mengadopsi Mekanisme Permainan Klasik

Permainan Schisto & Ladders dikembangkan pada 2014 oleh tim peneliti di bawah pimpinan Profesor Parasitologi Uwem Ekpo dari Akwa Ibom State University. Konsepnya sederhana namun sarat makna.

Pemain harus memutar dadu untuk mencapai puncak papan, namun alih-alih hanya menghadapi tangga dan perosotan, pemain akan menemui “cacing” yang menggantikan posisi perosotan.

Jika pemain mendarat di kotak berisiko seperti “bermain di sungai”, mereka akan merosot ke bawah, merepresentasikan risiko infeksi cacing parasit.

Cynthia Umunnakwe, seorang peneliti parasitologi sekaligus pengembang permainan ini, menjelaskan bahwa setiap langkah dalam permainan dirancang untuk mengajarkan perilaku preventif.

Misalnya, pemain yang mendarat di kotak “mengonsumsi makanan sebelum minum obat” akan mendapatkan akses naik tangga untuk melaju lebih cepat.

Hal ini bertujuan agar anak-anak memahami pentingnya kepatuhan medis dan langkah pencegahan, seperti membersihkan vegetasi di sekitar sungai yang menjadi habitat keong pembawa parasit.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Pentingnya intervensi lewat permainan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Di desa-desa nelayan yang mengandalkan Sungai Oyan untuk kegiatan sehari-hari—mulai dari mencuci hingga mencari ikan—tingkat prevalensi infeksi skistosomiasis cukup tinggi. Tercatat sepertiga dari warga yang menjalani skrining di klinik lokal di wilayah tersebut dinyatakan positif terinfeksi cacing parasit.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda