JAKARTA — Mengubah cara belajar penyakit berbahaya menjadi sebuah permainan papan ternyata efektif untuk menanamkan pemahaman di kalangan anak-anak.
Di Nigeria, sebuah modifikasi dari permainan klasik tangga ular yang dikenal sebagai “Schisto & Ladders” kini menjadi alat edukasi utama untuk menekan penyebaran skistosomiasis, penyakit tropis yang kerap diabaikan namun memiliki dampak kesehatan serius.
Skistosomiasis merupakan infeksi cacing parasit yang ditularkan melalui kontak kulit dengan air yang terkontaminasi. Penyakit ini menjadi tantangan nyata bagi penduduk di komunitas miskin, termasuk di berbagai desa nelayan di Negara Bagian Ogun, Nigeria.
Tanpa penanganan medis yang tepat, infeksi ini dapat memicu kerusakan organ vital, kemandulan, bahkan kanker kandung kemih, terutama pada usia anak-anak yang memiliki sistem imun belum sempurna.
Mengadopsi Mekanisme Permainan Klasik
Permainan Schisto & Ladders dikembangkan pada 2014 oleh tim peneliti di bawah pimpinan Profesor Parasitologi Uwem Ekpo dari Akwa Ibom State University. Konsepnya sederhana namun sarat makna.
Pemain harus memutar dadu untuk mencapai puncak papan, namun alih-alih hanya menghadapi tangga dan perosotan, pemain akan menemui “cacing” yang menggantikan posisi perosotan.
Jika pemain mendarat di kotak berisiko seperti “bermain di sungai”, mereka akan merosot ke bawah, merepresentasikan risiko infeksi cacing parasit.
Cynthia Umunnakwe, seorang peneliti parasitologi sekaligus pengembang permainan ini, menjelaskan bahwa setiap langkah dalam permainan dirancang untuk mengajarkan perilaku preventif.
Misalnya, pemain yang mendarat di kotak “mengonsumsi makanan sebelum minum obat” akan mendapatkan akses naik tangga untuk melaju lebih cepat.
Hal ini bertujuan agar anak-anak memahami pentingnya kepatuhan medis dan langkah pencegahan, seperti membersihkan vegetasi di sekitar sungai yang menjadi habitat keong pembawa parasit.
Dampak Nyata bagi Masyarakat
Pentingnya intervensi lewat permainan ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang. Di desa-desa nelayan yang mengandalkan Sungai Oyan untuk kegiatan sehari-hari—mulai dari mencuci hingga mencari ikan—tingkat prevalensi infeksi skistosomiasis cukup tinggi. Tercatat sepertiga dari warga yang menjalani skrining di klinik lokal di wilayah tersebut dinyatakan positif terinfeksi cacing parasit.
Program edukasi ini sering kali dipadukan dengan tes urine langsung dan pemberian obat di sekolah. Umunnakwe bahkan sesekali membawa contoh keong pembawa parasit dalam wadah untuk diperlihatkan langsung kepada siswa.
Dengan pengenalan visual yang nyata, anak-anak lebih mudah memahami bahwa di balik kesenangan bermain air di sungai, terdapat risiko kesehatan yang nyata jika mereka tidak berhati-hati dan menjaga sanitasi.
Pendekatan kreatif seperti Schisto & Ladders membuktikan bahwa edukasi kesehatan tidak harus selalu bersifat kaku. Melalui interaksi yang menyenangkan, pesan-pesan pencegahan penyakit yang kompleks dapat diterima dengan lebih mudah oleh generasi muda, bahkan di lingkungan dengan akses fasilitas kesehatan yang terbatas sekalipun.
Ringkasan Fakta & FAQ
Skistosomiasis adalah infeksi cacing parasit yang menular melalui larva di air. Permainan Schisto & Ladders diciptakan untuk mengajarkan cara pencegahan dan pentingnya pengobatan sejak dini.
- Apa itu skistosomiasis? Penyakit tropis yang disebabkan oleh cacing parasit yang masuk ke tubuh manusia melalui kulit saat bersentuhan dengan air yang terkontaminasi.
- Bagaimana permainan ini membantu? Anak-anak belajar mengenali perilaku berisiko dan tindakan pencegahan, seperti tidak membuang air sembarangan di dekat sungai.
- Mengapa anak-anak lebih rentan? Mereka sering bermain di sungai dan memiliki sistem imun yang belum berkembang sempurna dibandingkan orang dewasa.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.