Senin, 25 Mei 2026 WIB
BREAKING
NEWS
BerandaNEWSSebut ‘Islam Arogan’ Abu Janda Di…

Sebut ‘Islam Arogan’ Abu Janda Di Panggil Bareskrim Polri

Abu Janda kembali dilaporkan yang kedua kalinya oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke Bareskrim Polri

Jakarta, Journalarta.com – Bareskrim Polri panggil dan akan lalukan pemeriksaan terhadap Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda, pada Senin (1/2/21). Pemanggilan ini terkait kasus cuitan bernada SARA yang menyebut ‘Islam arogan’.

Diketahui, Abu Janda kembali dilaporkan yang kedua kalinya oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke Bareskrim Polri. Laporan pertama terkait kasus rasisme kepada Natalius Pigai pada Kamis (28/1/21) dengan nomor laporan LP/B/0052/I/2021/BARESKRIM dan laporan kedua terkait unggahan status Islam arogan dari Arab, pada Jumat (29/1/1) dengan nomor laporan LP/B/0056/I/2021/BARESKRIM.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/2/21) mengatakan rencana pemanggilan terhadap Abu Janda sekitar pukul 10.00 WIB.

“(Rencana pemanggilan terhadap Abu Janda) jam 10,” katanya.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah Abu Janda bakal hadir atau tidak. Karena, memang belum ada kabarnya terkait hal tersebut.

“(Konfirmasi hadir atau tidak) Penyidik menunggu yang bersangkutan,” ujarnya.

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi dalam keterangan tertulis, membenarkan pemanggilan terhadap Abu Janda atas kasus cuitan bernada SARA, Sabtu (30/1/21).

“Benar dilayangkan panggilan terhadap Abu Janda terkait laporan ‘Islam arogan’,” katanya.

Baca juga : Kasus Penyebaran Konten Rasis, Ambroncius Nababan Ditetapkan Tersangka

Abu Janda menuliskan kalimat ‘Islam arogan’ di akun media sosial Twitter milik pribadinya.

Cuitan itu berawal dari twit war dengan Tengku Zulkarnain. Awalnya, Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadztengkuzul, berbicara soal arogansi minoritas terhadap mayoritas di Afrika.

Kemudian, Tengku Zulkarnain menyebut tidak boleh ada arogansi, baik dari golongan mayoritas ke minoritas maupun sebaliknya.

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” cuit Tengku Zulkarnain lewat akun Twitter @ustadztengkuzul, seperti dilihat, Jumat (29/1/21).

Abu Janda pun membalas cuitan Tengku Zulkarnain tersebut dengan menyebut ada Islam yang arogan, karena mengharamkan kearifan lokal di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan ritual sedekah laut, sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” cuit Abu Janda lewat akun @permadiaktivis1. (merdeka.com/*)

Baca juga : Kasus Ujaran Kebencian Natalius Pigai, Polri Terapkan Konsep Presisi

Leave a Comment