Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Letusan Gunung Krakatau 140 Tahun Silam sebuah Mitigasi Bencana Geologi

Letusan Gunung Krakatau 140 Tahun Silam sebuah Mitigasi Bencana Geologi
Foto: PVMBG-BG-KESDM

Material ledakan yang dihempaskan dan jatuh ke laut juga sebagian tubuh gunung yang runtuh longsor ke dalam laut telah memicu terjadinya gelombang tsunami setinggi 40 meter dan menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pantai hingga ke Batavia dan Cilamaya di Karawang.

Tercatat jumlah korban yang tewas akibat gelombang tsunami tersebut mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung di sekitar Selat Sunda.

Orang-orang di Batavia lari dan naik ke tiang lampu di wilayah Pasar Ikan, Jakarta Utara sekarang. Sebelumnya lampu-lampu berisi gas itu pecah berantakan dihempas gelombang bunyi ledakan.

Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer, tulis Simon Winchester (2003) bukunya yang menggambarkan kedahsyatan tsunami yang ditimbulkan akibat letusan Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau masih ada, anaknya yang lahir 1927 saat ini masih terus aktif meletus-letus, dan 5 tahun yang lalu ia meruntuhkan sebagian tubuhnya, longsor ke dalam laut, dan menimbulkan tsunami ke pantai Banten dan Lampung merenggut sekitar 450 korban tewas. Dari kejadian letusan Gunung Krakatau kita belajar bahwa manusia hidup di atas Bumi yang aktif.

Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.

Letusan Krakatau Purba, diperkirakan pada tahun 535 Masehi, mungkin dapat ditafsirkan dari kitab pedalangan Pustaka Raja Purwa yang isinya antara lain menyatakan

“… ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatra”

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda