Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo

Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo
Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo

JAKARTA, JOURNALARTA.Com – Ekonomi syariah akan digandengkan dengan ekonomi normatif yang sangat penting karena pantas dikembangkan dan menuntut keterlibatan. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik. J. Rachbini pada diskusi kerjasama INDEF, Universitas Paramadina dan UIN Jakarta yang mengusung tema “Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo” diadakan secara daring melalui zoom meeting pada Jumat (30/8/2024).

Dr. Hakam Naja, anggota DPR RI 2014-2019 juga mengkritisi ekonomi syariah secara umum, mengambil contoh adalah pelaksanaan ibadah haji di Indonesia.

“Dalam hal ini ternyata untuk makanan itu yang banyak mendapatkan hasil adalah Thailand, Vietnam dan India. Posisi Indonesia bagaimana? Ini baru membicarakan lokal, belum skala internasional,” tanya Hakam.

Menurutnya, eksportir makanan terbesar ke negara OKI adalah Brazil sebagai yang pertama, kemudian Amerika, India, Rusia, dan baru Indonesia.

“Maka dapat diambil kesimpulan bahwa di negara kita sendiri belum bisa dioptimalkan, apa lagi ke negara luar. Diharapkan saat pemerintahan baru dengan berbagai komponen halal dapat dinikmati oleh 282 juta penduduk Indonesia,” tuturnya.

Hakam melihat negara Malaysia selama 10 tahun membangun manajemen perekonomian syariah, dan Malaysia dapat maju karena peran negaranya sendiri. Sedangkan perbankan syariah di Indonesia hanya ada pada 7%, sedangkan di Malaysia terdapat 40% perbankan syariah dengan maksimal 20 juta jiwa umat muslim.

“Di Malaysia itu perekonomian syariahnya benar-benar hidup,” kata Hakam.

Narasumber selanjutnya, Dr. Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina mengutip dari Global Islamic Ekonomi, bahwa sektor ekonomi Islam sangat menjanjikan karena pada tahun 2002 sudah mencapai US$ 2,29 atau tumbuh 9,5% YoY.

“Karena sudah menjadi tren global, bahkan saya tidak bisa membayangkan jika yang menjadi pusatnya adalah Singapura atau bahkan China. Indonesia sebagai negara mayoritas Islam sudah seharusnya dijadikan modal atau role bagi ekonomi syariah yang dapat dijadikan role model perkembangan ekonomi global saat ini,” tuturnya.

“Untuk keuangan kita berada dalam posisi ke-7, untuk perbankan posisi ke-10, asuransi ke-6, sukuk ke-3, dan dana syariah ke-9. Total aset keuangan syariah Indonesia pada tahun 2023 adalah Rp. 2.582,25 triliun,” tambahnya.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 9 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online