PKT melihat adanya sejumlah indikasi pelanggaran dalam penerapan kebijakan tersebut, baik dalam hal ketentuan internal perusahaan maupun aturan eksternal yang lebih luas.
Oleh karena itu, PKT berpendapat bahwa kebijakan ini perlu segera dicabut atau direvisi demi menjaga kesejahteraan karyawan dan stabilitas operasional perusahaan.
Tuntutan PKT dan Aspirasi Karyawan
Dalam perjuangannya kali ini, PKT mengajukan beberapa tuntutan utama.
Pertama, PKT mendesak agar Peraturan Direksi terkait PPI segera dicabut atau direvisi.
Kedua, PKT menuntut agar setiap kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kesejahteraan karyawan, harus melibatkan serikat pekerja secara penuh.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi kebijakan yang disusun tanpa mempertimbangkan dampak langsungnya terhadap para pekerja.
“Perjuangan ini adalah untuk kebaikan kita semua. Kami tidak ingin kebijakan yang justru merugikan karyawan terus berlanjut tanpa evaluasi. Dukungan dari seluruh karyawan PT Timah, serta stakeholder terkait, sangat penting bagi kami dalam melanjutkan perjuangan ini,” tegas Ahmad Tarmizi.
PKT juga menyerukan kepada seluruh karyawan PT Timah Tbk untuk tetap solid dan memberikan dukungan moril dalam proses ini.
Menurut Ahmad Tarmizi, perjuangan ini bukan hanya mengenai persoalan teknis kebijakan, tetapi juga soal martabat dan kesejahteraan seluruh karyawan yang telah lama berkontribusi bagi kemajuan PT Timah Tbk.
Komitmen PKT: Panjang Umur Perjuangan
Perjuangan PKT untuk membela hak-hak karyawan PT Timah Tbk terus berjalan tanpa henti. Dengan penuh semangat, Ahmad Tarmizi menyatakan bahwa PKT tidak akan pernah mundur dalam memperjuangkan keadilan bagi para karyawan.
“Ini adalah tanggung jawab kami sebagai serikat pekerja. Panjang umur perjuangan!” serunya.
Tahapan Tripartit ini diharapkan menjadi titik terang bagi penyelesaian sengketa ketenagakerjaan di PT Timah Tbk.
Apabila tidak ada solusi yang tercapai melalui proses ini, bukan tidak mungkin PKT akan melanjutkan perjuangannya melalui mekanisme lain yang diakui secara hukum.
Sampai saat ini, dukungan karyawan terhadap PKT tetap kuat. Ahmad Tarmizi berharap bahwa upaya ini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga bagi keberlangsungan PT Timah Tbk secara keseluruhan.
Melalui dialog yang konstruktif dan keterlibatan semua pihak terkait, diharapkan ada kesepakatan yang dapat memberikan win-win solution bagi semua pihak.
Dengan semangat dan tekad yang terus menyala, PKT tetap konsisten memperjuangkan hak-hak karyawan PT Timah Tbk, sekaligus menjaga agar perusahaan tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip yang adil dan transparan. (*/KBO Babel)
