JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga timah dunia atau Timah Berjangka LME mengalami koreksi tipis pada perdagangan terakhir, Jumat (6/8/2026). Data dari Investing.com menunjukkan Timah Berjangka – TIN ditutup di level $55.805,00 per metrik ton, turun $618,00 atau 1,10%.
Penurunan ini terjadi setelah reli panjang, namun harga komoditas strategis ini masih bertahan di atas level $55.000. Dalam enam bulan terakhir, timah bahkan tercatat naik signifikan sebesar 13,64%.
Pergerakan Harga Timah Berjangka LME
Pada penutupan perdagangan, timah dibuka dan ditutup di level yang sama, yakni $55.805,00, menandakan tidak ada pergerakan intraday yang signifikan. Namun, jika melihat tren lebih luas:
- Dalam 1 minggu terakhir, harga timah naik 1,10%.
- Dalam 1 bulan terakhir, harga timah naik 5,38%.
- Dalam 1 tahun terakhir, harga timah melejit 66,29%.
Rentang harga selama 52 minggu terakhir menunjukkan volatilitas timah yang berada di kisaran $33.429 hingga $57.760 per ton. Meski terkoreksi, posisi saat ini masih mendekati titik tertingginya dalam setahun.
Tiga Pemicu Koreksi Harga Timah
Koreksi 1,10% pada harga timah dipengaruhi oleh tiga faktor utama:
- Profit Taking: Setelah harga melonjak mendekati level tertinggi dalam 52 minggu ($57.760), investor mengambil kesempatan untuk merealisasikan keuntungan.
- Stok LME Naik: Peningkatan pasokan timah di gudang London Metal Exchange (LME) juga menekan harga dalam jangka pendek.
- Permintaan Melambat: Sektor elektronik dan solder, sebagai konsumen utama timah, masih dalam mode ‘wait and see’ menunggu data ekonomi Amerika Serikat yang lebih jelas.
Kondisi ini menunjukkan pasar timah sedang menyesuaikan diri setelah periode kenaikan harga yang cukup agresif.
Dampak ke Saham TINS
Koreksi harga timah dunia ini tercermin pada pergerakan saham PT Timah Tbk (TINS) di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan hari ini, 10 Agustus 2026, saham TINS juga terpantau turun 0,26% ke level Rp3.850. Investor memberikan respons negatif terhadap koreksi komoditas global.
Meskipun demikian, secara fundamental, harga timah di level $55.805 per ton masih tergolong sangat tinggi dan tetap menguntungkan bagi kinerja keuangan TINS dalam jangka menengah hingga panjang. Potensi kenaikan harga kembali selalu ada, tergantung dinamika pasar global.
Analisis Teknikal dan Proyeksi
Secara teknikal, harga timah masih mempertahankan tren bullish dalam jangka menengah. Level support kuat saat ini berada di $55.000. Apabila level ini jebol, harga berpotensi turun menuju $52.500.
Sementara itu, level resistance utama berada pada titik tertinggi 52 minggu di $57.760. Jika harga mampu menembus level ini, target selanjutnya yang realistis adalah $59.000 per ton, menandakan potensi kenaikan lebih lanjut jika sentimen pasar membaik. Dinamika antara penawaran dan permintaan global akan terus menjadi penentu utama arah pergerakan harga timah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.