
PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Perguruan silat daerah memiliki peran penting sebagai penjaga moralitas dan keadilan. Tradisi luhur yang mengedepankan nilai penghormatan, kedisiplinan dan kebenaran harus menjadi pondasi dalam menyikapi situasi politik khususnya menjelang pilkada.
Suharli, yang akrab disapa Bang Balok, Dewan Guru Persilatan Pulau Kelapa bersama Iwan atau lebih dikenal sebagai Bang Iwan Kawat, Pimpinan Perguruan Silat Harimau Putih menegaskan komitmen mereka untuk mengawal Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) damai di kota Pangkalpinang.

Mereka memposisikan diri sebagai benteng moral yang mendorong pentingnya musyawarah dan kepemimpinan berbasis kebajikan serta keberanian melawan ketidakadilan.
Keduanya bertekad untuk mendukung gerakan kotak kosong di Pangkalpinang, yang mereka anggap sebagai gerakan moral yang harus dijaga eksistensinya.
“Kami memang jarang muncul, tapi saat kondisi genting, kami akan turun langsung, (pacak lah pon sejurus due jurus e),” kata Bang Balok mewakili keluarga besar Persilatan Pulau Kelapa, Kamis (10/10/2024).
Bang Balok juga menegaskan, “Jangan pancing kami soal isu kedaerahan. Berpolitiklah dengan santun, jangan sampai memecah belah masyarakat.”
Senada dengan itu, Iwan Kawat menyampaikan, “Menjadi pemimpin di sini tidak boleh hanya menguntungkan sebagian kelompok saja. Semua partai bisa kalian beli, tapi kalian tidak bisa membeli harga diri kami orang pangkalpinang.”
Bang Iwan Kawat menambahkan, “Tapi jika mau mencoba ilmu orang Bangka silahkan, (kelak tiba-tiba pucong kek mencadin mencagal di adep rumah ikak),” Canda Iwan Kawat sambil senyum dikulum.
Di akhir penyampaian, kedua perwakilan perguruan silat ini menegaskan bahwa kekuasaan tidak boleh digunakan untuk memperkaya diri atau kelompok elit politik. Sebaliknya, kekuasaan harus dijalankan dengan rasa hormat kepada masyarakat dan tanggung jawab mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bang Balok dan Bang Iwan Kawat juga menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan silat dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif menjelang pemilihan.
Mereka mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, serta menjaga agar pilkada berlangsung dengan aman dan damai.
Keduanya percaya bahwa kehadiran perguruan silat dalam politik bukan hanya sekadar simbol, melainkan juga sebagai upaya nyata untuk menjaga integritas dan moralitas dalam kepemimpinan.
“Kami ingin generasi muda melihat bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, tetapi amanah yang harus dijalankan dengan baik,” tambah Bang Iwan.
Dalam konteks tersebut, mereka berjanji akan melakukan sosialisasi kepada anggota perguruan silat tentang pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas.
“Kami akan mendidik anggota kami untuk kritis dan tidak terpengaruh oleh janji-janji palsu,” jelas Bang Balok.
Mereka juga menggarisbawahi bahwa peran aktif perguruan silat tidak hanya dalam politik, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sosial.
“Kami akan terus berkontribusi pada masyarakat melalui kegiatan sosial dan pendidikan,” ujar Bang Iwan.
Dengan semangat persatuan dan keadilan, mereka berharap pesan moral ini bisa menginspirasi masyarakat Pangkalpinang untuk bersama-sama menciptakan iklim politik yang lebih baik.
“Saatnya kita semua berperan, bukan hanya untuk kepentingan diri, tetapi untuk kesejahteraan bersama,” tutup Bang Balok dengan tegas.
Dengan komitmen ini, perguruan silat akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur, sekaligus mendorong masyarakat untuk berani bersuara dan mengambil tindakan demi keadilan dan kebaikan bersama.(*)
[…] BELITUNG, JOURNALARTA.Com – Pendidikan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap orang. Dengan pendidikan yang maksimal, […]