“BPD harus mampu menggali potensi masyarakat desa dan mengelola sumber daya yang ada dengan bijak untuk mewujudkan kemandirian desa,” tegasnya
“Dengan BPD, masyarakat desa diharapkan dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa,” tambah Ismail.
Dalam kesempatan itu, Ismail juga memberi perhatian khusus kepada pengelolaan Dana Desa yang semakin meningkat jumlahnya setiap tahun.
Ia mengingatkan agar dana desa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dana desa yang kini mencapai lebih dari Rp 1 miliar per desa harus digunakan sebagai stimulus untuk menggerakkan ekonomi desa dan bukan hanya sebagai alat untuk mencapai output semata, tetapi juga outcome yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Dia berharap BPD dapat berperan aktif dalam mengawasi penggunaan dana desa.
“Kehadiran dana desa dimaksudkan sebagai katalisator pembangunan desa. Oleh karena itu, penting bagi BPD untuk memastikan bahwa dana desa digunakan untuk kepentingan bersama dan tidak menghambat kreativitas desa dalam mengembangkan sumber pendapatan lainnya,” ujar Ismail.
Pada acara Muscab ini, sejumlah pengurus DPC ABPEDNAS Kabupaten Bangka yang baru juga dilantik, di antaranya Ketua Edi Subiantoro dari BPD Labuh Air Pandan, Wakil Ketua 1 Budiyanto dari BPD Desa Air Buluh, Wakil Ketua 2 Ruslan dari BPD Desa Kimak, Sekretaris Syamsul Rais dari BPD Desa Air Duren Pemali, dan lainnya.
Sebanyak 24 orang pengurus baru ini akan mengemban tugas untuk mengembangkan program kerja ABPEDNAS di Kabupaten Bangka.
Musyawarah Cabang yang digelar dengan penuh semangat kekeluargaan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara BPD di Kabupaten Bangka dan meningkatkan kolaborasi dalam upaya memajukan desa-desa di wilayah tersebut.
Dengan penguatan BPD dan kerjasama yang baik, diharapkan desa-desa di Kabupaten Bangka dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. (*/KBO Babel)
Baca Berita dan Artikel Kami Lainnya di Google News
