Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Demam Messi Menular sampai Hanoi, Kafe Penuh Sesak Nobar Piala Dunia

Demam Messi Menular sampai Hanoi, Kafe Penuh Sesak Nobar Piala Dunia
Foto: E Vnexpress

HANOI — Demam Piala Dunia 2026 tak hanya terasa di negara-negara peserta, tetapi juga menular hingga ke jantung Kota Tua Hanoi, Vietnam. Sebuah kafe di kawasan tersebut dipadati ratusan penggemar yang menggelar nonton bareng laga babak 16 besar antara Argentina melawan Mesir.

Sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada 7 Juli, sebuah pub di Jalan Hang Buom penuh sesak oleh pengunjung yang datang untuk makan sekaligus menyaksikan pertandingan di layar raksasa. Mayoritas dari mereka adalah warga asing dan wisatawan mancanegara, menciptakan atmosfer Piala Dunia yang meriah di tengah Kota Tua Hanoi.

Perwakilan pub SportivO menyebut tempat itu melayani lebih dari seribu pelanggan setiap hari selama musim Piala Dunia, meski banyak pertandingan digelar larut malam hingga dini hari. Sebagian besar pengunjung merupakan ekspatriat yang tinggal di Hanoi serta turis internasional yang biasanya datang berkelompok untuk mendukung tim favorit masing-masing.

Demi meningkatkan pengalaman menonton, kafe tersebut berinvestasi pada layar LED beresolusi tinggi dan mengamankan hak siar untuk kanal olahraga yang menayangkan turnamen. Sepanjang laga, para penggemar bersorak tanpa henti dan menyanyikan nama tim jagoan mereka, menghidupkan suasana dari peluit awal hingga akhir.

Salah satu penonton, Sabrina (33), warga Argentina yang tinggal di Dubai, mengaku sengaja datang ke Hanoi sehari sebelumnya untuk menghabiskan liburan sekaligus menikmati atmosfer Piala Dunia. Usai kemenangan Argentina, ia nyaris tak bisa menahan kegembiraannya.

Sepak Bola Menyatukan Dunia

“Saya sangat gugup, tetapi selalu percaya pada Argentina. Meski sempat tertinggal, saya tahu kami akan menang. Dan pada akhirnya, itu terjadi,” kata Sabrina sebelum bersorak gembira dan menari tango merayakan kemenangan timnya.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan penggemar dari negara lain. Ethan Regan (21), yang membawa bendera Inggris, datang ke sebuah bar di Jalan Ta Hien untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran para pendukung lintas negara ini menegaskan bagaimana sepak bola mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dalam satu atmosfer kebersamaan.

Fenomena nonton bareng yang meriah di Hanoi menjadi bukti bahwa magnet Piala Dunia melampaui batas geografis. Di mana pun turnamen disaksikan, semangat, ketegangan, dan kegembiraan yang sama tetap hadir, menjadikan sepak bola sebagai bahasa universal yang dipahami semua orang.

Piala Dunia Menggerakkan Ekonomi

Antusiasme nonton bareng seperti di Hanoi menunjukkan bahwa Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga penggerak ekonomi.

Kafe, bar, dan restoran meraup lonjakan pengunjung selama turnamen berlangsung, sementara sektor pariwisata ikut terdongkrak oleh wisatawan yang datang untuk menikmati atmosfer sepak bola.

Fenomena ini terjadi di banyak kota besar dunia, termasuk di Asia Tenggara yang memiliki basis penggemar sepak bola sangat besar. Bagi pelaku usaha, momen Piala Dunia menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan.

Sementara bagi para penggemar, kebersamaan menonton laga demi laga menciptakan kenangan tersendiri yang melampaui hasil akhir di lapangan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda