JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Lolos 32 besar Piala Dunia 2026 sudah dipastikan delapan tim setelah matchday 2, sementara 24 negara lain masih berebut sisa tiket di fase grup. Format baru yang melibatkan 48 tim membuat peta kelolosan jauh lebih rumit, terutama lewat jalur peringkat tiga terbaik.
Situasi ini penting bagi penonton dan penggemar sepak bola di Indonesia. Dengan lebih banyak laga penentu, tiap gol bisa mengubah nasib sebuah tim, dari aman ke terjepit, atau dari hampir pulang menjadi lolos mendadak.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Delapan tim yang sudah lolos 32 besar
Sejauh ini, delapan tim resmi mengunci tiket ke fase gugur. Mereka adalah Meksiko, Swiss, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Argentina, Brasil, dan Jerman. Deretan itu datang dari hasil dua pertandingan awal yang sudah cukup untuk memastikan mereka tak lagi terkejar di klasemen grup.
| Grup | Tim lolos | Keterangan singkat |
|---|---|---|
| A | Meksiko | 6 poin, selisih gol +6 |
| B | Swiss | 6 poin, belum kebobolan di babak awal |
| C | Amerika Serikat | 6 poin, dua kemenangan tipis 1-0 |
| D | Inggris | 6 poin, Harry Kane mencetak hattrick |
| E | Prancis | 4 poin, cukup seri di laga terakhir |
| F | Argentina | 6 poin, Messi masih produktif |
| G | Brasil | 4 poin, Vinicius Jr sudah mencetak gol |
| H | Jerman | 6 poin, dua clean sheet beruntun |
Dari daftar itu, tuan rumah memegang kendali besar. Meksiko dan Amerika Serikat sudah aman, sementara Kanada belum disebut lolos tetapi masih punya modal selisih gol besar yang bisa membantu di hitung-hitungan akhir grup. Jalan mereka belum selesai, tapi posisinya jauh lebih nyaman dibanding banyak tim lain.
Zona merah dan tim yang hampir pasti pulang
Di sisi lain, delapan tim mengumpulkan nol poin dari dua laga dan berada di ujung tanduk. Qatar, Paraguay, Tunisia, Kamerun, Arab Saudi, Ghana, Maroko, dan Australia masuk daftar yang paling berat untuk lanjut. Dengan satu laga sisa, maksimal mereka hanya bisa menambah tiga poin.
Masalahnya, tiket via peringkat tiga terbaik menuntut angka yang lebih tinggi dari itu. Dalam praktiknya, tim yang hanya finis dengan tiga poin masih harus berharap pada selisih gol yang bagus dan hasil di grup lain. Kalau tidak, mereka akan pulang lebih cepat.
“Format 48 tim memang membuka peluang lebih besar, tapi justru membuat klasemen grup tidak bisa dibaca hanya dari jumlah poin,” kata seorang pengamat sepak bola yang menilai sistem baru ini lebih liar dari format lama. Satu kemenangan besar bisa jauh lebih berharga ketimbang dua hasil seri.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.