Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Fluminense Tembus Perempat Final Usai Singkirkan Independiente Rivadavia

Fluminense Tembus Perempat Final Usai Singkirkan Independiente Rivadavia
Photo: Kaja Sariwating / Unsplash

Fluminense memastikan tiket ke perempat final Copa Libertadores 2026 setelah menyingkirkan Independiente Rivadavia lewat adu penalti di Stadion Malvinas Argentinas, Mendoza, Selasa malam waktu setempat. Duel ini berakhir 1-1 setelah 90 menit, lalu 5-4 untuk wakil Brasil saat babak tos-tosan.

Laga berjalan keras dan tegang sejak awal. Independiente Rivadavia, yang datang dengan modal 0-0 dari leg pertama di Brasil, sempat berada dalam posisi sulit saat Fluminense lebih dulu mencetak gol. Tapi tuan rumah tidak menyerah. Mereka terus menekan hingga memaksa pertandingan berlanjut ke drama penalti.

Gol pembuka Fluminense lahir pada menit ke-76 lewat Kevin Serna, usai menerima umpan terobosan Hércules. Momen itu datang setelah Fluminense bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah untuk Canobbio pada menit ke-58. Situasi sempat membuat tekanan bergeser ke kubu Brasil. Namun, mereka tetap mampu menjaga keunggulan sampai pengujung waktu normal.

Independiente Rivadavia lalu mendapat jalan kembali ke laga saat VAR mengonfirmasi handball Ignácio di kotak terlarang pada menit ke-96. Alex Arce menuntaskan penalti itu dan mengubah skor menjadi 1-1. Skor agregat pun tetap setara. Adu penalti tak terhindarkan.

Di sesi penentuan, empat eksekutor Independiente Rivadavia, Matias Fernandez, Lautaro Villalba, Salas, dan Alex Arce, sempat menjalankan tugas dengan baik. Tapi kiper veteran Fluminense, Fábio, tampil sebagai pembeda. Pria 45 tahun itu menggagalkan dua tendangan, dari Florentin dan Atencio, lalu mengantar klub asal Rio de Janeiro ke delapan besar.

Bagi Independiente Rivadavia, kekalahan ini menghentikan langkah tim debutan yang sempat memberi kejutan sejak fase sebelumnya. Mereka pernah menembus Maracanã tanpa kebobolan dan menyingkirkan Bolívar di altiplano Bolivia, rangkaian yang sempat membuat publik Mendoza bermimpi lebih jauh.

Alfredo Berti tetap jadi figur sentral dalam perjalanan itu. Ia membentuk tim yang membuat Fluminense harus bekerja ekstra sampai akhir. “No se pudo, pero la gesta quedará en la historia grande,” begitu gambaran yang melekat pada langkah panjang Independiente Rivadavia di Libertadores kali ini.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda